Yogyapos.com (SLEMAN) - Perekonomian Indonesia salah satunya disokong oleh kekuatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pelaku usaha kecil ini juga terbukti mampu bertahan di tengah kondisi dampak ekonomi global.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Aditya Bima Santosa Putra disela menggelar senam massal sekaligus mengenalkan produk dari UMKM di wilayah Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Sleman, Minggu (15/1/2022) pagi.
“Pelaku UMKM sudah terbukti mampu bertahan pada situasi sulit seperti dampak pandemi Covid-19 serta mampu menjadi kekuatan ekonomi di tingkat kalurahan,” ujar Adit kepada wartawan di Balai Budaya Kalurahan Girikerto.
Menurutnya, kegiatan dilaksanakan dalam rangka mengajak masyarakat untuk mencintai olahraga serta mengangkat, selain itu sebagai upaya mengembangkan potensi lokal khususnya hasil produk UMKM wilayah kalurahan.
“Melalui senam masal seperti ini tentu melibatkan banyak orang. Tentu sangat bermanfaat untuk sarana menjual sekaligus promosi bagi pelaku UMKM,” jelasnya.
Kegiatan senam massal di di Balai Budaya Kalurahan Girikerto || YP-Eko Purwono
Keberadaan HIPMI DIY sangat peduli dan terus berupaya ikut berperan aktif dalam mengembangkan UMKM agar semakin berkembang dan dapat naik kelas. Setelah kebijakan pemerintah mencabut aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), HIPMI DIY langsung bergerak dengan menggelar pameran UMKM disejumlah wilayah diantaranya di Kabupaten Bantul.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pesan-perubahan-dari-yogya-anies-gemakan-keadilan-dan-persatuan-8845
“Langkah kongkrit yang dilakukan diantaranya menggelar pameran khusus bagi UMKM, mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang dengan melibatkan pelaku UMKM sekitar lokasi. Harapannya, produk-produk unggulan mereka dapat dikenal lebih luas,” tuturnya.
Lebih lanjut, kata dia, HIPMI DIY juga menginisiasi pendampingan terkait ijin usaha dan sertifikasi seperti sertifikat halal, izin produk industri rumah tangga (PIRT). Hingga pengemasan produk agar lebih layak dan menarik bagi konsumen.
Sementara itu, Lurah Girikerto, Sudibyo SPd mengatakan senam masal menjadi salah satu sarana promosi produk UMKM dengan diikuti peserta dari luar Girikerto diharapkan dapat lebih efektif dalam upaya mengenalkan hasil produk UMKM, di Girikerto terdapat sebanyak 70 pelaku UMKM.
“Saya yakin, dengan kebersamaan dan keterpaduan antara pemerintah kalurahan, pelaku UMKM dan pihak lain akan membawa manfaat yang luar biasa bagi masyarakat,” ungkapnya.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-edy-prabowo-se-jangan-terulang-insiden-korban-jiwa-anggota-pps--9422
Sementara, jenis produk yang dihasilkan dan dipasarkan antara lain berupa olahan makanan berbahan dasar buah salak dan produk olahan susu bahan dasar kambing etawa. Pihaknya terus berupaya agar pelaku UMKM mendapatkan terobosan dalam pemasaran produk.
“Pada tahun 2023 akan dibangun ruang display atau ruang pameran yang rencananya akan ditempatkan pada lokasi-lokasi keramaian di wilayah Turi,” imbuhnya. (Opo)
