Hari Suci Nyepi, Gubernur DIY: Keheningan Sebagai Ruang Refleksi Batin

share on:
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat memberikan sambutan pada acara Puncak Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 (2026 M), yang berlangsung di Bangsal Kepatihan, Danurejan, Kota Yogyakarta, Jumat (10/4/2026) || YP-ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan Hari Suci Nyepi mengandung makna mendalam tentang pentingnya keheningan sebagai ruang refleksi batin.

BACA JUGA: Dubes RI di PBB Desak Perlindungan Personel UNIFIL

Gubernur menyatakan hal itu pada acara Puncak Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 (2026 M), yang berlangsung di Bangsal Kepatihan, Danurejan, Kota Yogyakarta, Jumat (10/4/2026).

BACA JUGA: Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Perakitan Mobil Komersial Listrik di Magelang

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Weda Wakya, penampilan seni budaya berupa konser angklung dan tari-tarian tradisional, serta diakhiri dengan Dharma Wacana dan doa bersama.

Sri Sultan HB X bersama Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono SSos MSi MSc disela acara || YP-ist

Menurutnya, Hari Suci Nyepi bukan sekadar kondisi tanpa suara, melainkan kesempatan untuk menata kembali arah kehidupan, menjernihkan pikiran, serta mempererat hubungan dengan sesama, alam, dan Tuhan.

BACA JUGA: Kita dan Sosiologi Dracin

“Di tengah dinamika kehidupan modern yang sarat dengan hiruk-pikuk dan tekanan, keheningan menjadi kebutuhan mendasar guna menjaga keseimbangan batin. Melalui momentum Nyepi dan Dharma Santi, masyarakat diajak untuk mentransformasikan perenungan menjadi tindakan nyata dalam bentuk kebajikan, pengabdian, serta penguatan nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat,” tandas Gubernur..

BACA JUGA: WFH di Kemenimipas Tetap Prioritaskan Produktivitas dan Layanan Digital Optimal

Perayaan ini tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan umat Hindu, namun juga menjadi ruang bersama untuk memperkokoh nilai toleransi, persaudaraan, dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Yogyakarta.

BACA JUGA: Memasuki Edisi ke-24, Pasar Bela Negara Kesbangpol Sleman Hadirkan Duta Paskibraka

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono SSos MSi MSc, Kabinda DIY, Danlanal Yogyakarta, perwakilan Lanud Adisutjipto, Irwasda Polda DIY, Ka Bintal AAU, Kajati DIY, serta unsur Forkopimda DIY. (*/met)


share on: