Gratis! Mancawarni 2026 Siap Warnai Malioboro, Targetkan 5.000 Penonton

share on:
Dari Gedung SMA Muhi Yogya ini lahir siswa-siswa kreatif di bidang seni yang akan diekspresikan melalui Mawacarni 2026 || YP-ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Semarak seni pelajar kembali hadir di jantung Kota Yogyakarta melalui gelaran Mancawarni 2026 (Muhi Apresiasi Cipta Inovasi Dari Budaya & Seni (Mancawarni), yang akan berlangsung, di Teras Malioboro Beskalan, Sabtu (25/4/2026) pukul 15.00 - 22.00 WIB.

BACA JUGA: Lebih Berbahaya Wiji Thukul atau Saiful Mujani?

Mancawarni 2026 adalah sebuah panggung kolaboratif yang diinisiasi oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, mengusung tema ‘Mengarungi Adiwarna: Ketika Warna Belajar Bercerita’. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dapat dinikmati secara gratis, dengan target menghadirkan hingga 5.000 penonton dari berbagai kalangan masyarakat yang ingin menikmati sajian seni berkualitas dari para murid.

BACA JUGA: Indonesia Bukan Jalur Agresi! Gus Hilmy Desak Pemerintah Tolak Akses Bebas Pesawat Militer AS

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 15.00 WIB melalui sesi pembukaan dan open gate, penampilan pra-acara bertajuk Purva Karya berupa band, hadroh, dan tari. Dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sari tilawah, serta sambutan-sambutan. Memasuki pukul 18.05 WIB, penonton akan diajak menyelami kekayaan seni tradisional melalui penampilan dalang dan karawitan yang menghadirkan nuansa budaya Jawa yang kental.

BACA JUGA: Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja

Selanjutnya penampilan Tapak Suci yang dinamis, diikuti tari dengan konsep lighting dan narator yang memberikan pengalaman visual dan emosional yang mendalam. Suasana kemudian bergeser ke ranah musik modern melalui penampilan Moehi Harmony dan Rockestra yang memadukan harmoni vokal dan instrumen dalam balutan kreatif. Puncak acara akan ditutup dengan pertunjukan dari Teater Manoenggal.

Wakil Kepala Urusan Kesiswaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Edo Lestari MPsi, menyampaikan, kegiatan ini adalah hasil dari proses panjang ekstrakurikuler selama satu tahun. “Murid tidak hanya belajar teknik, tetapi juga belajar tentang proses, disiplin, kolaborasi, dan keberanian untuk menampilkan karya di ruang publik,” ujarnya.

BACA JUGA: 780 Ribu Akun Anak Dinonaktifkan, Pemerintah Apresiasi TikTok Patuhi PP Tunas

Sementara itu, Kepala SMA Muhi Yogyakarta, Drs H Herynugroho MPd, menegaskan komitmen sekolah dalam mengembangkan bakat dan minat murid, khususnya di bidang seni. Ia menyampaikan bahwa sekolah secara konsisten menyediakan ruang, fasilitas, dan pembinaan agar setiap potensi murid dapat tumbuh optimal.

BACA JUGA: Sekda Sleman Kukuhkan 75 Kader Bela Negara di Donoharjo

Secara teori, pendidikan seni memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik murid. Kegiatan seni terbukti mampu merangsang kreativitas, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memperkuat kecerdasan emosional dan sosial.

BACA JUGA: Lodoyong Sport Center Diresmikan, Langsung Tancap Gas Gelar Turnamen Badminton

“Sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga berkomitmen penuh dalam mewadahi bakat dan minat murid, termasuk di bidang seni. Kami percaya bahwa setiap murid memiliki potensi unik yang harus difasilitasi dan diapresiasi,” ungkapnya. (*)


share on: