Yogyapos.com (SLEMAN) - Anggota DPD RI GKR Hemas melaunching program Pemdampingan Lansia yang digagas oleh DPD RI melalui Yayasan Karina KAS (Keuskupan Agung Semarang), dikantor DPD DIY, Senin (1/8/2022). Acara launching dilanjutkan penandatanganan MoU antara Yayasan Karina KAS dengan Pemerintah Kabupaten.
Sesuai tema ‘Peningkatan Kesejahteraan Lansia Indonesia melalui Peningkatan Partisipasi Lansia Dalam Masyarakat dan Peningkatan Akses Layanan Kesehatan Kabupaten Sleman dan Gunungkidul’, program tersebut nantinya akan dilaksanakan di dua Kabupaten yakni Gunungkidul dan Sleman. Program Lansia di Sleman akan dilaksanakan di Kalurahan Girikerto Kapanewon Turi sebagai pilot project yang ada di Kabupaten Sleman. Sedang untuk Gunungkidul program akan dilaksanakan di Playen.
Anggota DPD RI GKR Hemas, mengatakan jumlah lansia di DIY saat ini sebanyak 15.75 persen. Kabupaten Sleman merupakan penyumbang jumlah lansia terbesar di DIY. Adapun jumlah penduduk lansia di Kabupaten Sleman totalnya mencapai 71.021 jiwa, dari total penduduk 1.125.804 jiwa. “Tentu ini tidak bisa diselesaikan oleh Dinas Sosial saja, melainkan harus ada sinergi dsri berbagai pihak. Saya harap Karina KAS tetap berkoordinasi dengan pemerintah setempat,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menerangkan Pemkab Sleman juga mempunyai sejumlah kegiatan kegiatan pendampingan pada Lansia diantaranya senam Lansia dan pemeriksaan kesehatan. Maka dengan adanya program Lansia yang diadakan oleh Yayasan KAS ini, ia mendukung penuh serta mengapresiasi.
Melalui program tersebut ia berharap Lansia yang ada di Kabupaten Sleman bisa lebih bahagia dan sejahtera. “Sopo sing nandur ngunduh. Kalau kita berbuat baik dengan lansia maka nanti saat kita lansia diperlakukan dengan baik,” ujar Danang.
Suster Maria Huberta FSGM dan Yayasan Karina KAS yang sekigus pimpinan program tersebut berharap nantinya dapat bersinergi dengan program yang ada di DPD terkait. Sehingga pratek baik yang ditemukan dalam program tersebut nantinya dapat menjadi milik masing-masing Kabupaten.
“Sehingga nanti dapat dikembangkan di Kabupaten lain, Kapanewon lain Kalurahan lain dan seterusnya,” tambahnya.(Agn)
