Gel Belimbing Wuluh untuk Atasi Jerawat

share on:
Tim mahasiswa UNY penemu Gel Belimbing Wulung untuk mengatasi jerawat || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Jerawat atau Acnevulgaris adalah penyakit peradangan yang sering menjadi masalah bagi sebagian besar orang. Penderita biasanya mengeluh akibat erupsi kulit pada tempat-tempat predileksi, yakni muka, bahu, leher, dada, punggung bagian atas dan lengan bagian atas oleh karena kelenjar sebasea pada daerah yang aktif. Penyebab acnevulgaris antara lain penggunaan kosmetik, khususnya dikalangan wanita. Penanganan yang tidak tepat justru dapat memperparah kondisi kulit dan menyebabkan jerawat semakin meradang. Di sisi lain, banyak produk skincare yang mengkhususkan penggunaan hanya pada kulit tertentu dan banyak juga orang yang kurang peka terhadap jenis kulit mereka sendiri sehingga dalam pemilihan produknya pun kurang tepat. Produk penyembuh jerawat yang ada di pasaran mengandung benzoylperoxide dan antibiotic yang dapat menimbulkan kulit kering, kemerahan, gatal, mengelupas, kulit terasa terbakar bahkan dikhawatirkan penggunaan benzoylperoxide dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan kanker.

Oleh karena itu sekelompok mahasiswa UNY produk penyembuh jerawat yang aman untuk semua jenis kulit. Produk tersebut berbahan dasar belimbing wuluh (Averrhoabilimbil). Mereka adalah Saila Rizqi, Sisca Kumaladewi dan Ayu Kurnia Utami prodi Pendidikan Akuntansi, DwiAnggi Marini prodi Kimia serta Aulia Erta Nafisah prodi Biologi.

Menurut Saila Rizqi, dipilihnya belimbing wuluh sebagai bahan dasar penyembuh jerawat ini karena mengandung senyawa-senyawa flavonoid, tannin, saponin dan triterpenoid.

“Senyawa ini memiliki kemampuan membentuk kompleks dengan protein bakteri melalui ikatan hydrogen yang menyebabkan struktur dinding sel dan membrane sitoplasma bakteri menjadi tidak stabil sehingga sel bakteri menjadi kehilangan aktivitas biologinya,” papar Saila, Kamis (11/3/2021).

Hal ini membuat fungsi permeabilitas sel bakteri akan terganggu dan sel bakteri akan mengalami lisis yang berakibat pada kematian sel bakteri. Inilah yang menjadikan ekstrak belimbing wuluh sebagai salah satu alternative yang bias digunakan dalam penyembuhan acnevulgaris.

Sisca Kumaladewi menambahkan, tanaman belimbing wuluh yang tumbuh dengan baik dapat menghasilkan 100-300buah/pohon.

“Buah yang sudah masak harus segera dipanen karena buah ini mudah sekali gugur dari pohonnya dan mudah membusuk,” katanya.

Namun kemampuan tanaman belimbing wuluh untuk menghasilkan buah dalam jumlah yang besar tidak sebanding dengan pemanfaatannya. Mayoritas orang belum menaruh perhatian yang besar pada belimbing wuluh sehingga seringkali terbuang sia-siadan mengalami pembusukan

Dwi Anggi Marini menjelaskan, bahan yang diperlukan adalah belimbing wuluh, ethanol 70%, karbopol 940, propilenglikol, trietanolamin, metilparaben, rosewater dan akuades. “Proses pembuatannya terbagi dua, pertama membuat ekstrak belimbing wuluh lalu kedua pembuatan gelekstrak ethanol belimbing wuluh dengan basis karbopol,” papar Dwi.

Pembuatan ekstrak belimbing wuluh diawali dengan membersihkan dan memotong belimbing wuluh, lalu dijemur selama 1-2 hari. Kemudian dimaserasi atau direndam dalam pelarutorganikpadatemperaturruangan. Kemudian disaring dan difiltrasi. Panaskan filtratpada 65°C hinggamengental kemudian ekstrak kental tersebut dicampur akuades, dan jadilah ekstrak belimbing wuluh. Pembuatan gelekstrakethanol diawali dengan melarutkan karbopol pada akuades yang disebut larutan A, sedangkan trietanolamin dilarutkan dengan akuades dan disebut larutan B. Campurkan kedua larutan tersebut dengan ditambahkan metil paraben, tambahkan ethanol yang diencerkan dengan akuades dan jadilah gelekstrak ethanol belimbing wuluh. Obat jerawat berbasis belimbing wuluh yang dinamai Geverlim siap dipasarkan. Karya ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan tahun 2020. (*)

 

 

 

 


share on: