FPB Tanam Mangrove di Pantai Baros, Besok Ziarah ke Makam Wartawan Udin

share on:
Wabu Bantul Joko Purnomo (berdiri) nampak bersemangat dan gembira ikut menanam mangrove bersama insan pers di Pantai Baros, Kamis (9/2/2023) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Setelah sebelumnya bakti sosial donor darah dan membagikan bingkisan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2023, Forum Pewarta Bantul (FPB) bersama Wakil Bupati (Wabub) Joko Purnomo  bakti sosial menanam mangrove dan bersih-bersih pantai di hutan mangove Pantai Baros Tirtohargo Kretek Bantul, Kamis (9/2/2023).

“Sebelum kita menanam mangrove, saya mengucapkan selamat HPN 2023 yang jatuh pada hari ini 9 Februari. Penanama pohon ini sebagai upaya pelestarian alam dan lingkungan,” kata Wabub Joko Purnomo.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kapolsek-imogiri-kompol-suharno-dua-pekan-ungkap-tiga-kasus--9659

Joko mengapresiasi, kegiatan penanaman mangrove sangat positif dan merupakan langkah kreatif mengimplementasikan kepedulian insan pers yang setiap hari menjalankan rutinitas terkait pemberitaan.

“Semoga pohon ini cepat tumbuh subur dan mampu melestarikan alam unttuk mendukung kemajuan destinasi wisata hutan mangrove Baros,” tambahnnya.

Menurutnya, pemerintah Bantul juga akan mendorong kemajuan destinasi hutan mangrove. Salah satunya akan memperbaiki akses jalan menuju lokasi. Hal ini untuk melengkapi dan tindak lanjut  keberadaan Jembatan Kretek II yang eksesnya juga meramaikan Baros.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kejari-sleman-membenarkan-sedang-menyelidiki-dugaan-penyelewengan-dana-hibah-pariwisata-9653

Ketua FPB Sukro Riyadi, menuturkan kegiatan yang dilakukan bersama rekan-rekan FPB kali ini salah satu ujud kepedulian FPB kepada masyarakat dan lingkungan.

“Meskipun masih terbatas namun diiharapkan bermanfaat,” tandas Sukro.

Sebagai pamungkas agenda peringatan HPN, FPB juga mengadakan ziarah ke makam almarhum wartawan Bernas Muhammad Syafrudin (Udin) di Trirenggo pada Jumat 10 Februari besok.

Patut diketahui generasi milenial, Udin dianiaya oleh sekelompok orang hingga tak sadar. Ia sempat menjalani perawatan intensif hingga akhirnya meninggal dunia pada 16 Agustus 1996 atau sehari sebelum peringatan Hari Kemerdekaan RI, di RS Bethesda Yogyakarta.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-universitas-alma-ata-naik-ranking-prof-hamam-hadi-akademisi-berwibawa-di-kancah-internasional-9662

Diduga kuat penganiayaan terkait dengan pemberitaan yang ditulis almarhum ketika itu sering bikin ‘gerah’ pihak-pihak tertentu. Bukan satu atau dua kali saja Udin melakukan investigasi kemudian menuliskan beritanya atas dugaan ketimpangan proses pembangunan di wilayah Bantul yang Bupatinya saat itu dijabat oleh Kolonel Art Sri Roso Sudarmo dan Kapolres dijabat Letkol Ade Subardan. (Spd/Met)

 


share on: