Firli Bahuri Jalani Pemeriksaan Sekitar 3,5 Jam, Dokumen LHKPN Miliknya Diserahkan ke Penyidik

share on:
Firli Bahuri di dalam mobil ketika keluar dari Bareskrim Polri || YP-Ist.Tangkapan Layar

Yogyapos.com (JAKARTA) – Setelah sempat berhalangan, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri (FB) memenuhi panggilan pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya, di Bareskrim Polri, Kamis (16/11/2023).

Ia menjalani pemeriksaan sekitar 3,5 jam terkait dugaan pemerasan terhadap eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang sejak beberapa waktu lalu ditahan oleh KPK.

BACA JUGA: Dugaan Penyelewengan TKD, Lurah Candibinangun Masih Betrstatus Saksi

“Sekira pukul 10.00 WIB telah dilakukan pemeriksaan permintaan keterangan tambahan terhadap FB selaku Ketua KPK RI dalam kapasitasnya sebagai saksi di ruang riksa Dittipidkor Bareskrim Polri di lantai 6 dan tadi sekira pukul 13.45 pemeriksaan telah selesai dilakukan terhadap FB Ketua KPK RI,” ujar Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak kepada awak media, Kamis (16/11/2023).

Dihimpun dari berbagai sumber, dalam pemeriksaan itu Tim Penyidik menyita dokumen Laporan Harta Kekayaan Peabat Negara (LHKPN) atas nama Firli Bahuri dari KPK. Penyitaan tersebut dilakukan setelah Firli menjalani pemeriksaan untuk kedua kalinya terkait kasus dugaan pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo (SYL). 

BACA JUGA: Pasangan 'AMIN' Nomor 1, Muhaimin Iskandar Menunjukkan Kelasnya Sebagai Cawapres dengan 'C' Kapital

“Setidaknya ada 15 pertanyaan yang diajukan kepada FB selaku Ketua KPK RI dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk dimintai keterangan tambahannya pada hari ini,” imbuhnya tanpa menyampaikan lebih jauh perihal materi pemeriksaan.

Ia hanya menyampaikan pemeriksaan dilakukan terkait dugaan tindak pidana korupsi dan juga dilakukan terhadap 3 orang saksi dari pegawai KPK.

Sedangkan penyitaan LHKPN atas izin khusus dari pengaduan untuk dokumen yang dimaksud telah diserahkan oleh FB selaku Ketua KPK RI kepada penyidik.

Tandas Ade, penyitaan dokumen pribadi milik Firli itu dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti terkait kasus pemerasan dalam penanganan perkara dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan) 2021. Selanjutnya penyidik akan mendalami dan menganalisa LHKPN tersebut. Termasuk mencocokkan dengan sejumlah alat bukti lainnya yang telah disita dari penyidikan kasus ini. 

BACA JUGA: Jaga Netralitas, Pejabat Publik Terkait Tim Pemenangan Pilpres Didesak Segera Mundur

Selanjutnya, kata Ade Safri, hasil pemeriksaan siang tadi akan dikonsolidasikan ke penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. Dari hasil konsolidasi ini bakal menentukan langkah berikutnya mengenai kasus yang telah berjalan lebih dari sebulan tersebut.

Hanya saja, Ade Safri, tidak membeberkan apakah setelah konsolidasi ini akan dilaksanakan gelar perkara untuk menentukan tersangka. “Updatenya akan disampaikan kemudian hari,” kata Ade Safri, singkat. 

Sementara itu Kuasa hukum Firli Bahuri, Ian Iskandar membantah kliennya melakukan tindak pidana pemerasan terhadap SYL.

Katanya, pertemuan Firli dengan SYL di pinggir lapangan bulutangkis dalam rangka membahas kelangkaan minyak goreng. Foto pertemuan tersebut tersebar di media berbagai platform media sosial dan menjadi salah satu alat bukti penyidikan. 

BACA JUGA: Wamenkumham Resmi Tersangka Gratifikasi, Belum Ada Informasi Penahanan

“Waktu itu yang dibahas masalah kelangkaan minyak goreng, bukan masalah yang terkait dengan persoalan yang menyangkut Kementan (Kementerian Pertanian) di KPK,” jelasnya seraya menambahkan pertemuan tersebut tidak direncanakan. Justru pertemuan tersebut adalah inisiatif dari SYL yang mendatangi kliennya di gelanggang olahraga (GOR) Bulutangkis di Jakarta pada 2 Maret 2022.

Karenanyta informasi bahwa pertemuan tersebut dalam rangka pemufakatan jahat itu adalah fitnah. Apalagi dikaitkan dengan penyerahan sejumlah uang untuk mengamankan kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementan. 

“Kalau pertemuan seolah-olah ada settingan pemufakatan jahat antara pihak Firli dan SYL dan itu tidak benar, tentu fitnah,” tegas Ian Iskandar.

BACA JUGA: Polsek Bantul Santuni Anak Yatim Melalui Program 'Sipolim' Setiap Bulan

Adapun mengenai larangan pejabat lembaga antirasuah bertemu dengan pihak yang berperkara, menurut Ian Iskandar, pada saat itu SYL belum menjadi tersangka.

Bahkan yang bersangkutan juga belum menjadi terlapor di institusi penegakan yang dipimpin Firli Bahuri. Sebab, kata dia, setiap perkara yang masuk ke duma belum tentu ada peristiwa pidananya. 

“Pak SYL disidik mulai 6 januari 2023 di KPK. Jadi pada saat pertemuan beliau (SYL) dengan pak firli, statusnya masih menjabat sebagai menteri,” terang Ian Iskandar.

Usai menjalani pemeriksaan, satu unit mobil Hyundai berwarna hitam diduga membawa Firli Bahuri keluar dari pintu di koridor ujung Bareskrim Polri sekitar pukul 14.36 WIB. Firli agaknya berusaha menghindari awak media yang menunggu kemunculannya di Bareskrim Polri. Ia duduk agak menekuk tubuhnya dan menutupi wajah di kursi belakang pengemudi . (*/Met)

 


share on: