Embung Sendangtirto Bakal Dihiasi Pohon Tabebuya

share on:
Asisten Site Manager PT. Dwi Daya Lestari, Hadi Wira menjelaskan kepada yogyapos.com, Jumat (23/7/2021) || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Embung Sendang Sendangtirto di Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah bakal dihiasi dengan pohon jenis Tabebuya. Tanaman dengan nama latin Handroanthus chrysotrichus asal Brasil ini dapat tumbuh rimbun dan berbunga indah layaknya bunga Sakura di Jepang.

Sejak diawalinya pengerjaan pada April 2021 lalu, proyek senilai Rp 8,6 miliar yang digarap oleh PT Dwi Daya Lestari, kontraktor asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah kini progresnya telah mencapai 31 persen dan ditargetkan rampung pada awal Oktober 2021.

Asisten Site Manager PT Dwi Daya Lestari, Hadi Wira mengatakan penamanan pohon jenis Tabebuya akan dilakukan pada saat menjelang pekerjaan finishing nanti.

“Rencana penamanan pohon jenis Tabebuya akan dilakukan disekitar kawasan embung, akan dilakukan pada saat akan dilakukan pekerjaan finishing, untuk jumlah pastinya kami belum tahu, karena gambar situasi kondisi sekarang dalam proses pembuatan,” kata Wira kepada yogyapos.com, Jumat (23/7/2021).

Diterangkannya, sesuai target pada pekan ini harus mencapai sebesar 30 persen, namun untuk realisasi pengerjaan hingga minggu ini telah mencapai 31 persen, dengan jumlah tenaga kerja yang dikerahkan sebanyak 4 mandor, untuk 1 orang mandor membawahi 25 orang.

“Saat ini sedang dilaksanakan pemasangan pondasi untuk bronjong, pemasangan bronjong, saat ini juga sedang ada proses pemasangan sloof yang mengelilingi embung dengan ukuran 20 x 30 cm dengan besi ulir ukuran 13, sedangkan untuk pekerjaan finishing, seperti pemasangan paving block, rabat beton, kemudian penanaman dan nanti akan dibangun sebanyak 3 unit Gasebo di sisi barat embung dengan ukuran 4 x 6 meter dan 2 x 2 meter,” terangnya.

Menurutnya, setelah pemasangan dan pengecoran sloof, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pemasangan pipa Handrail atau pegangan yang dipasang di sekeliling bangunan embung.

Total luas bangunan embung sebesar 5399 meter persegi dengan luas dasar 4000 meter persegi. “Kendala yang dihadapi yakni adanya mata air yang cukup kuat dan tanah berpasir, ketika kita sedang membuat lubang galian untuk pondasi tanah sering ambrol, kalau kendala hujan hanya sekitar tiga minggu saja, namun bisa kita atasi dengan penumpukan batu pada titik-titik air sampai kedalaman yang sesuai dan keadaan stabil,” katanya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat sekitar yang kebetulan memasuki area proyek, dimohon untuk memperhatikan kondisi disekitarnya, seperti adanya sejumlah galian yang rawan longsor, guna menghindari kecelakaan.

“Dan di lokasi proyek telah kita pasang papan peringatan, bahwa yang tidak berkepentingan itu dilarang masuk kecuali dengan izin dan wajib menggunakan Alat Perlindungan Diri, terutama bagi anak-anak agar tidak bermain air di lokasi embung karena kedalaman saat ini saja sudah mencapai satu setengah meter,” ajaknya. (Eko Purwono)

 

 

 

 


share on: