Dvonis 3,5 Bulan, Dua Terdakwa Pengeroyok Langsung Banding

share on:
Keluarga terdakwa dan sejumlah tetangga mengikuti jalannya persidang melalui layar virtual di luar ruang sidang || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (KLATEN) - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Klaten diketuai oleh Nurjusni SH menjatuhkan hukuman kepada dua terdakwa pengeroyokan, Rohmat Widodo (37) dan Sapto Widyanarko (34), masing-masing dengan pidana penjara 3 bulan 15 hari.

Dalam sidang perkara bernomor 206/Pid.B/2020/PN Kln yang digelar secara virtual tersebut, majelis hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 170 ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum (KUHP) pengeroyokan terhadap Yuniadi Isniyanto (27) alias Londo. Sebelumnya jaksa penuntut, Anik Widiastuti menuntut keduanya dengan pidana penjara selama 6 bulan.

“Terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dimuka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang yang menyebabkan luka, sebagaimana dalam dakwaan pertama subsider, menjatuhkan pidana kepada para terdakwa oleh karena itu dengan pidana masing- masing selama 3 bulan dan 15 hari,” ucap ketua majelis.

Atas putusan yang dibacakan pada 7 Januari 2021 ini, kedua terdakwa yang didampingi pengacaranya Rohmidi Srikusuma SH MH dengan tegas langsung menyatakan banding dihadapan majelis hakim

Rohmidi Srikusuma SH MH menyatakan prihatin meski tetap menghormati putusan yang dianggap benar oleh majelis hakim yang menangani perkara ini. Namun demikian, sebagai advokat juga memiliki hak kontrol terhadap penegak hukum.

“Putusan ini ternyata sangat mengecewakan. Kami menyatakan banding,” tandas advokat yang juga Ketua DPD Federasi Advokat Indonesia DIY, Selasa (12/1/2021).

Rohmidi menyatakan, sejatinya kedua terdakwa adalah penangkap pencuri sepeda, bahkan terdakwa tidak melakukan penganiayaan apapun saat kejadian. Sedangkan yang melakukan penganiayaan dua orang tak dikenal yang saat itu datang di TKP.

Kasus yang menyeret terdakwa ke meja hijau sebagaimana dalam amar putusan hakim, berawal ketika pada 26 Januari 2019 Pukul 23.30 WIB korban Londo bersama rekannya sedang memancing ikan, diminta tolong membeli rokok. Karena tidak ada kendaraan, maka dia meminjam sepeda gunung milik warga. Di perjalanan dia dicegat kedua terdakwa dan dianiaya hingga mengalami luka.

Berbeda dengan hakim, Rohmidi menyatakan yang dilakukan terdakwa saat malam peristiwa adalah justru melakukan pengamanan. Mereka pada malam itu mengetahui Londo keluar dari rumah warga mengendarai sepeda gunung.

Peristiwa itu diklarifikasi kepada pemilik sepeda motor, yang ternyata menyatakan tidak pernah meminjamkan sepedanya. Kemudian terdakwa segera mengejar Londo. Saat ditegur, yang bersangkutan malah tancap pedal.

Dalam pengejaran itu terdakwa menendang sepeda, sehingga Londo terjatuh tapi tetap kabur meninggalkan sepeda.

Saat itulah muncul dua remaja mengendarai motor berhenti menanyakan tentang gerangan apa yang terjadi. Terdakwa menjawab, terjadi pencurian. Kedua remaja tersebut kemudian berhasil mengejar dan menangkap Londo sembari melakukan pemukulan. (Opo/Met)

 

 


share on: