Dua Dusun di Sidomulyo Jadi Target Proyek Pamsimas

share on:
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Sunarto ST MT || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Dua dusun di wilayah Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean menjadi sasaran proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun anggaran 2021. Dalam perencanaan proyek bakal digarap di wilayah Dusun Gancahan VII dan Dusun Gancahan VIII dan ditargetkan dapat mecukupi ketersediaan kebutuhan air bersih untuk 1000 jiwa.

Program ini merupakan pembangunan air minum dan sanitasi perdesaan, digarap dengan pendekatan berbasis masyarakat. Kini dalam tahap pencairan dana senilai Rp 250 juta yang bersumber dari APBD Sleman. 

Proses penjaringan untuk penentuan lokasi Pamsimas ini telah dilalui bersama Tim Panitia Kemitraan dan Tim Fasilitator Pamsimas Sleman.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Sunarto ST MT menerangkan meski di masa pandemi Covid-19, pekerjaan konstruksi Pamsimas tetap langsungkan. Karena sektor ini merupakan salah satu aspek esensial bagi kebutuhan masyarakat.

“Pamsimas akan dikerjakan di Dusun Gancahan VII dan Dusun Gancahan VIII, sekarang dalam proses pencairan dana hibah bersumber APBD senilai Rp 250 juta, diharapkan dalam minggu ini sudah masuk ke rekening kelompok keswadayaan masyarakat atau KKM, dana tersebut hanya untuk pembangunan fisik,” terang Sunarto di ruang kerjanya, Rabu (4/8/2021).

Dikatakannya, selain dana hibah Pemkab, untuk merealisasikan kegiatan ini terdapat pula sumber pembiayaan yang lain yang berasal dari masyarakat penerima manfaat dan Pemerintah Kalurahan setempat.

“Jadi Pamsimas ini pembiayaanya dibagi tiga, yaitu 70 persen dari APBD atau APBN, 20 persen dari kelompok masyarakat yang terdiri 16 persen berwujud tenaga dan 4 persen berwujud uang cash dan 10 persen berasal dari dana Kalurahan, dan kita masih menungu kesiapan dari masyarakat dan kalurahan. Jadi yang 4 persen dari masyarakat harus sudah ada dalam rekening KKM  dengan tujuan untuk menghindari audit dari BPKP,” katanya.

Menurut dia, dalam 1 sistem ini nantinya dibangun sejumlah fasilitas antara lain berupa konstruksi atau bangunan perlindungan mata air (PMA), jaringan perpipaan, bak reservoir dan instalasi sambungan rumah (RS).

“Jarak sumber mata air dengan reservoir itu sekitar 500 meter, sumber air ada di Dusun Gancahan VII, lalu  air dari sumber dipompa menggunakan mesin pompa. Kemarin sudah dilakukan tes, sumber tersebut mampu menghasilkan air dengan debit sebanyak satu liter per detik dan dapat menjangkau untuk 1000 orang, kira-kira dapat mengaliri 300 SR hingga 400 SR,” urainya.

Soal konstruksi, imbuh dia, pengerjaan ditargetkan selama 120 hari, dimulai pada bulan Agustus hingga November  dan diharapkan dapat dilakukan peresmian pada Desember 2021. 

“Dengan penambahan sarana Pamsimas ini diharapkan derajat kesehatan masyarakat makin meningkat, guna menekan penyebaran Covid-19 selama proses kegiatan Pamsimas berlangsung nanti, seluruh pelaku kegiatan diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan secara ketat,” harapnya. (Eko Purwono)

 


share on: