Dishub Sleman Lakukan Pemetaan Jalur Alternatif bagi Pemudik

share on:
Arip Pramana, Kepala Dinas Perhubungan Kaupaten Sleman || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman telah melakukan pemetaan jalur-jalur alternatif yang dapat diambil pemudik lebaran Hari Raya Idul Fitri 2025 ketika masuk ke Sleman. Pemudik tidak perlu khawatir tersesat.

Guna memantau kendaraan yang masuk di Kabupaten Sleman, Dishub bekerja sama dengan Dinas Komimfo juga telah memasang CCTV di tempat-tempat strategis seperti di Exit Tamanmartani dan untuk melihat pemudik di malam hari di depan Exit Tol dipasang lampu penerangan.

BACA JUGA: Sinergi Peradi RBA-Pemkab Sleman Canangkan Program Pelatihan Paralegal

Kepala Dishub Sleman Arip Pramana, mengungkapkan bagi pemudik yang akan masuk Sleman bisa melalui Kapanewon Tempel, dapat juga mengambil arah kiri atau ke timur melewati Jalan Turi-Pakem-Cangkringa-Prambanan. Sedangkan pemudik ingin menuju arah barat Jalan Wates, mereka dapat melintasi Jalan Klangon-Tempel. Apabila pemudik masuk di wilayah perko taan Kabupaten Sleman, mereka dapat melalui simpang empat Denggung ke timur atau Jombor ke arah Kebongagung.

BACA JUGA: TVS Tabrak Pohon di Jalan Damai, Pengendara Meninggal Dunia

Sedangkan, pemudik yang akan ke arah Cangkringan maupun Pakem, mereka dapat memutar balik lewat bawah tol ke arah jalan nasional Prambanan- Pakem. Jasa Marga telah menyiapkan jalur untuk memutar balik tersebut.

“Arus kendaraan di Sleman akan padat, utamanya tiga pintu masuk ke Sleman baik pintu Jalan Wates, Tempel, maupun Prambanan. Dishub akan mendirikan posko gabungan akan dibuka di Tempel, Prambanan, Ambarukmo Plaza, Pelem Gurih, dan Exit Tol Tamanmartani.

BACA JUGA: Masyarakat Diimbau Waspada Kejahatan Jelang Lebaran, Termasuk Uang Palsu

“Dalam rangka kelancaran kita sudah berkoordinasi baik dengan pemangku kepentingan di bidang jalan, di bidang perhubungan. Kemudian untuk logistik, pariwisata, sektor kesehatan nanti yang menangani apabila terjadi sesuatu emergency,” jelas Arip ditemui di ruang kerjanya, Selasa (18/3/2025).                     

Arip juga menyebut, adanya program work from anywave dari pemerintah pusat itu bisa memu dahkan didalam mengelola lalu lintas maupun masyarakat sendiri. Sehingga mereka bisa merencanakan perjalanan lebih jauh. Lain kalau dari tanggal 28 atau H-3 sampai kemudian ini waktu yang diberikan itu akan lebih sempit sehingga potensi terjadinya kepadatan lalu lintas. (Agn)           

 

 


share on: