Yogyapos.com (SLEMAN) – Menjelang Idul Adha 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan menggencarkan edukasi dan pengawasan ketat untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat.
BACA JUGA: Bermula Hubungan Asmara Kini Saling Berperkara, RJ Masih Wacana
"Hewan kurban harus memiliki Sertifi kat Veteriner (SV) atau surat keterangan kesehatan hewan yang diterbitkan oleh otoritas Veteriner setempat atau dinyata kan sehat oleh dokter hewan serta para medik Veteriner," kata Kepala Tim Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman, dr Lina Nur Islamiyyah Yunus, Kamis (21/5/2026).
BACA JUGA: TMMD ke-128 Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 Temanggung Resmi Ditutup, Ini Hasilnya
Selain itu, lanjut Lina, Status Vaksinasi untuk wilayah yang masih dalam pengawasan penyakit mulut, Kuku PMK dan LSD (Lumpy Skin Disease), pastikan hewan telah menerima vaksinasi sesuai protokol. Disamping mengindari pembelian ternak dari daerah yang terindikasi memiliki riwayat Antraks serta memastikan ternak yang dibeli sehat dan telah divaksinasi jika memungkinkan.
BACA JUGA: Sosialisasi P4GN di Makorem 072/Pmk, Tak Ada Prajurit Mengonsumsi Narkoba
Ia juga menjelaskan, pemeriksaan hewan kurban dilakukan sebelum hewan disembelih dan memastikan dalam kondisi sehat, tidak cacat seperti buta, pincang, tidak terlalu kurus, tidak keadaan sakit dan cukup umur sesuai ketentuan Islam yakni nafsu makan: hewan harus memiliki nafsu makan yang baik aktif bergerak. Kondisi area kepala: Cek lubang kempis mata bening tidak merah, hidung lembab tidak beringus dan mulut bersih.
BACA JUGA: Peradi Yogyakarta Dampingi 50 Korban Daycare Little Aresha, Siapkan Gugatan Perdata
Bulu dan kulit: Bulu tidak kusam dan ti dak berdiri, kulit lentur tidak ada luka atau benjolan mencurigakan, seperti indikasi Lumpy Skin Disease (LSD) dan Suhu tubuh: Pastikan suhu tubuh dalam batas normal, Sapi 38,5--40,5 derajat Celcius untuk kambing atau domba 38,5--40,5 derajat Celcius.
BACA JUGA: Sri Purnomo Divonis 6 Tahun Penjara, Terlibat Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman
"Petugas pemotong hewan dianjurkan menjaga kebersihan diri mencuci tangan dengan sabun dan segera berganti pakaian setelah selesai prosesi penyem belihan. Semua ini untuk keamanan para petugas," jelas Lina.
BACA JUGA: Rektor UGM Terima Kunjungan Danrem Brigjen Yuniar Dwi Hantono, Ini yang Dibicarakan
Setelah itu lanjut Lina, usahakan agar tangan orang yang menangani daging tidak menyentuh bahan-bahan kotor tanah dan darah serta memegang rambut, memasukan tangan dalam hidung atau telinga, juga selalu kebersihan. Selain itu petugas agar menghindari batuk maupun bersin di depan daging, jika per lu memakai masker. (Agn)
