Denny Irawan SH: Sistem Prporsional Terbuka Lebih Demokratis

share on:
Denny Irawan SH, Ketua DPD PSI Kota Yogyakarta || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPD Kota Yogyakarta tetap menghendaki sistem proporsional terbuka dalam Pemilu 2024. Sistem proporsional terbuka yang sudah diterapkan sejak Pemilu 2004 merupakan upaya proses Pemilu menjadi lebih demokratis.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-partai-ummat-ajak-masyarakat-kota-tegakkan-keadilan-dan-lawan-kezaliman-9364

“Secara prinsip kepartaian kami di PSI menolak perubahan sistem proporsional terbuka menjadi proporsional tertutup. Walaupun keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan, namun jika terjadi perubahan maka akan berdampak pada kawan-kawan di lapangan yang akan maju menjadi Caleg. Selama ini, sebagai partai kader, PSI sudah mengkondisikan sistem terbuka sebagaimana yang dilakukan pemilu kemarin. Bahkan untuk prepare kader internal kita calegnya pasti kami persiapkan yang benar-benar memiliki capabilitas dan integritas terbaik untuk masyarakat,” ujar Denny Irawan SH, Ketua DPD PSI Kota Yogyakarta, Sabtu (7/1/2023).

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-ketua-smc-syahganda-nainggolan-anwar-ibrahim-dan-jokowi-mesti-bangun-demokrasi-di-asean-9367

Selama ini Pemilu di Indonesia menggunakan sistem proporsional terbuka sebagaimana putusan MK Nomer 22-24/PUU -VI/2008. Rakyat diberi kesempatan untuk bisa mengenal, memilih dan menetapkan wakil mereka secara langsung orang per orang. Tidak lagi tertutup, tidak lagi menyerahkan sepenuhnya hanya melalui kewenangan partai politik semata.  

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-sandiaga-di-panggung-silaturahmi-ppp-saya-mesti-sowan-dulu-ke-pak-prabowo--9386

Ia mengatakan, sistem pemilu proporsional terbuka yang selama ini diterapkan merupakan kemajuan proses demokrasi di Indonesia. Perpaduan yang sangat indah antara keharusan kedekatan rakyat dengan wakilnya dan keterlibatan institusi Partai Politik yang tetap dijunjung. Rakyat pun juga sudah terbiasa berpartisipasi dengan cara berdemokrasi seperti itu. Kemajuan demokrasi kita pada titik tersebut harus kita pertahankan. Dan dikembangkan ke arah yang lebih maju. Jangan malah setback.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-bawaslu-ingatkan-kpu-agar-terbuka-dalam-tahapan-pemilu-2024-9380

Ia tidak menampik bahwa sistem proporsional terbuka maupun tertutup juga bisa membuka peluang praktik politik uang. Sistem proporsional terbuka, di masyarakat sangat rentan politik uang. Namun dalam sistem tertutup, peluang untuk money politik tetap bisa terjadi pada elite atau pengurus parpol.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-fachry-ali-cetakan-terakhir-republika-sebuah-refleksi--9333

“Kita memang harus hindari semua itu, Apapun keputusannya nanti PSI harus siap dengan kedua system tersebut. Namun keinginan kita tetap proporsional terbuka,” tandasnya.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-terkait-prosesi-pemakaman-buya-syafii-fachry-ali-sultan-hb-x-lakukan-lompatan-historis-7036

Beberapa kelemahan sistem proporsional tertutup, yaitu: Pemilih tidak mempunyai peran dalam menentukan siapa kandidat caleg yang dicalonkan dari partai politik. Ini menunjukkan, tidak responsif terhadap perubahan yang cukup pesat. Kemudian, bisa menjauhkan hubungan antara pemilih dan wakil rakyat pasca Pemilu. Bahkan potensi menguatnya oligarki di internal parpol sangat besar. 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-azyumardi-azra-berpulang-fachry-ali-meneteskan-airmata-menerawang-pandang-8233

Dengan sistem proporsional terbuka, mendorong kandidat bersaing dalam memobilisasi dukungan massa untuk kemenangan. Karena pemilih dapat memberikan suaranya secara langsung sesuai yang dikehendakinya, maka relasi antara pemilih dan Caleg terbangun secara dekat. Dengan partisipasi dan kendali masyarakat meningkat sehingga mendorong peningkatan kinerja partai dan parlemen.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pesan-perubahan-dari-yogya-anies-gemakan-keadilan-dan-persatuan-8845

Berkaitan dengan persiapan dalam menghadapi Pemilu 2024, PSI kota Yogyakarta sejak jauh hari sudah membuka rekruitmen bacaleg baik secara internal dan ekternal. Sejak keberadaan PSI selama ini, sudah melakukan kaderisasi partai dengan baik sehingga tinggal pemantapan saja hingga menyerahkan daftar Bacaleg ke KPU pada Mei mendatang. 

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-bersama-relawan-p24-anies-baswedan-tabur-benih-ikan-menabur-semangat-persatuan-8856

“Kita masih membuka rekrutmen secara eksternal, memberikan peluang peluang bagi warga masyarakat yang ingin menjadi caleg melalui kendaraan partai PSI. Namun tentunya harus mengikuti aturan internal PSI. Syarat wajib bagi masyarakat yang ingin mencalegkan dengan kendaraan PSI, antara lain: harus menjaga keberagaman, toleransi, anti diskriminasi, tidak menggunakan politik identitas dalam berdemokrasi. Itu wajib, merupakan nilai sejati yang tidak bisa ditawar siapapun,” pungkas Denny. (Tor)

 


share on: