Citiasia dan YBCI Turut Membangun Ekosistem Smart City di Yogyakarta

share on:
Peserta kegiatan Community Gathering: “Smart City Action in Yogyakarta” yang diselenggarakan oleh Citiasia Inc. dan YBCI || YP-Dokumentasi Tim Citiasia Inc

Yogyapos.com (YOGYA) - Mewujudkan smart city yang berkelanjutan tidak cukup hanya dengan mengandalkan teknologi. Keterlibatan masyarakat, literasi digital, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia adalah kunci utama untuk membangun ekosistem smart society yang menjadi fondasi bagi kota cerdas.

Pesan inilah yang diusung Citiasia Inc. bersama Yayasan Bangsa Cerdas Indonesia (YBCI) melalui penyelenggaraan Community Gathering bertema “Smart City Action in Yogyakarta”.

BACA JUGA: Gubernur Sri Sultan HB X Ajak Perguruan Tinggi Kawal Aspirasi Mahasiswa Damai

Citiasia dan YBCI menegaskan bahwa smart city harus lahir dari kesadaran kolektif masyarakat untuk beradaptasi dan berinovasi. Teknologi hanyalah alat, sedangkan manusia adalah penggerak utama. Oleh karena itu, penguatan kapasitas, literasi digital, dan partisipasi lintas generasi menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa transformasi kota cerdas benar-benar inklusif dan menjawab kebutuhan semua lapisan warga.

Menurut CEO Citiasia Inc., Fitrah Rachmat Kautsar, penguatan smart society merupakan inti dari implementasi smart city yang berkelanjutan. “Keterlibatan komunitas serta generasi muda sangat krusial dalam mewujudkan smart city yang berlandaskan data, teknologi, dan partisipasi masyarakat. Smart city bukan hanya konsep, tetapi aksi nyata yang mampu menjawab kebutuhan warga secara langsung,” ujarnya.

Fitrah R. Kautsar, CEO Citiasia Inc., menyampaikan tujuan dari kegiatan Community Gathering: “Smart City Action in Yogyakarta” || YP-Dokumentasi Tim Citiasia Inc

Sementara itu, Ketua Umum YBCI, Hari Kusdaryanto, menambahkan bahwa “smart city haruslah technically sound dan politically feasible. Keduanya harus berjalan ber iringan agar pembangunan kota cerdas dapat berkesinambungan. Yang terpenting, smart city harus inklusif tidak boleh ada kelompok yang tertinggal, termasuk penyandang disabilitas yang harus dilibatkan sejak tahap perencanaan,” tegasnya.

BACA JUGA: Pimpin Sidang Kabinet, Presiden Prabowo Instruksikan Perkuat Stabilitas Nasional

Diskusi yang berlangsung hangat memunculkan berbagai gagasan dari peserta. Mulai dari pentingnya pembangunan smart village untuk pemerataan teknologi hingga penegasan bahwa inovasi teknologi tidak akan berjalan optimal tanpa partisipasi aktif masyarakat. Bahkan, di antara peserta yang hadir, terdapat juga dari kalangan penyandang disabilitas yang menekankan agar smart city tidak berubah menjadi difficult city akibat tidak ramah difabel.

Acara Community Gathering “Smart City Action in Yogyakarta” sendiri digelar pada di Five Seven Coffee, Kabupaten Sleman, DIY, Kamis (28/8/2025). sebagai hasil kolaborasi Citiasia Inc. dengan YBCI. Kegiatan ini menghadirkan sekitar 50 peserta dari beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa, akademisi, komunitas, pelaku usaha, hingga perwakilan pemerintah daerah.

Suasana kegiatan Community Gathering: “Smart City Action in Yogyakarta” ||Dokumentasi Tim Citiasia Inc

Yogyakarta dipilih sebagai lokasi kegiatan karena diyakini memiliki posisi strategis sebagai pusat diskusi sekaligus living laboratory untuk penerapan konsep smart city yang lebih nyata dan kontekstual. Kehadiran berbagai elemen masyarakat juga diharapkan memperkuat jejaring dan membuka peluang kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan smart city yang relevan bagi semua pihak.

BACA JUGA: UMY Kelola Limbah untuk Kembangkan Ekonomi Kreatif di Karangsari

Melalui kegiatan ini, Citiasia dan YBCI ingin menyampaikan pesan bahwa keduanya memiliki kepedulian dan kontribusi nyata terhadap pemajuan smart city di Indonesia secara umum, dan juga khususnya di wilayah DIY. Dengan kolaborasi, literasi digital, penguatan kapasitas SDM, hingga pemberdayaan komunitas, transformasi kota cerdas diharapkan mampu diwujudkan secara inklusif, relevan, dan berkelanjutan.

Membangun smart city pada dasarnya adalah membangun manusia dan masyarakat yang juga cerdas. Dengan ekosistem smart society yang kuat, kita akan lebih siap menghadapi tantangan masa depan dan memastikan Yogyakarta serta Indonesia bergerak menuju peradaban yang maju, pungkas Fitrah. (*/Red)


share on: