Buruh Emping Mlinjo Mengantarkan Sukses Dua Puterinya Selesaikan Studi S2

share on:
Muzaroah diapit kedua puterinya yang baru saja diwisuda S2 di UNY || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Air mata Muzaroah menggenang saat dua putrinya menyampaikan bahwa mereka akan diwisuda pada Sabtu (26/6/2021). Maklum, bukan hal mudah baginya untuk mengantarkan kedua putrinya menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi. Karena setelah ditinggal suaminya, Muchaelani pada 2002 lalu, warga Wonokerso Tirtomulyo Plantungan Kendal tersebut harus rela mengerjakan pekerjaan yang lazimnya dikerjakan oleh kaum pria seperti buruh harian pembangunan jalan cor.

Ia menjadi satu-satunya wanita yang bekerja tidak menjadikannya mendapatkan keistimewaan. Pekerjaan dengan porsi yang sama harus dijalani untuk bisa mendapatkan upah harian tersebut. Dan kini pekerjaan yang dilakukan adalah menjadi buruh emping melinjo dengan penghasilan yang tidak tetap Rp 20.000 perminggu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Wanita yang hanya lulus sekolah dasar tersebut mengisahkan bahwa banyak orang yang berbaik hati dan ikhlas membantu mereka baik itu keluarga, tetangga, bahkan guru sekolah kedua putrinya.

“Kedua paman mereka yang selalu menjaga dan membimbing 2 anak saya. Kakek dan nenek mereka juga berjuang supaya bisa memberikan makan untuk kami,” tuturnya.

Ia berkisah, anak-anak sepulang sekolah juga membantunya membuat emping melinjo demi bisa menyisihkan sedikit rezeki untuk sekolah. Namun, pekerjaan ini juga tidak selalu ada karena menyesuaikan dengan musim melinjo. Pada saat tidak ada pekerjaan, Muzaroah hanya membantu kakek nenek karena mereka tinggal dalam satu rumah.

Kedua putrinya adalah Sayidatul Maslahah MPd lulusan S2 Pendidikan Luar Biasa Pascasarjana UNY dengan IPK 3,78 dan Nur Milati SPd lulusan S1 Pendidikan Teknik Mekatronika Fakultas Teknik UNY dengan IPK 3,78 pula. Keduanya lulus berpredikat cumlaude dan berkuliah secara gratis berkat beasiswa LPDP untuk S2 dan bidikmisi untuk S1. Kedua gadis ini mendapatkan beasiswa sejak di jenjang Sekolah Dasar sampai ke Sekolah Menengah Atas.

Sayidatul Maslahah diterima sebagai salah satu mahasiswa penerima beasiswa bidik misi di Universitas Negeri Yogyakarta jurusan S1 Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan pada tahun 2014. Selama menjalani perkuliahan, Sayidatul Maslahah mendapatkan prestasi akademik yang baik dan mendapat penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi tingkat fakultas di tahun 2017 dan Runner up mahasiswa berprestasi FIP tahun 2016. Selain itu, juga berhasil menjadi mahasiswa penerima penghargaan berprestasi di bidang penalaran selama 3 tahun berturut-turut mulai tahun 2015-2018.

Dia juga mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi dalam ajang kancah Internasional yaitu The 3rd International ASEAN Culture Camp: ISAAN Culture di Suranaree University of Technology, Thailand yang dilaksanakan pada tanggal 19 Juni s/d 25 Juni 2016. Selain itu, juga mendapatkan kesempatan kesempatan untuk mengikuti kegiatan Site in di University Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia.

Pada 2017 ia berkesempatan untuk mengikuti Short Term Internship (Sit-In) Mahasiswa Berprestasi ini dilaksanakan di Pangasinan State University, Bayambang, Pangasinan, Filipina. Alumni SMAN 1 Sukorejo menyelesaikan S1 pada Mei 2018 dengan IPK 3,83 dan merupakan wisudawan terbaik jurusan.

Sedangkan Nur Milati adalah alumni dari SMKN Jawa Tengah yang merupakan SMK percontohan pertama di Indonesia.

Dia sekolah secara cuma-cuma karena mendapat beasiswa pendidikan sebesar Rp 125 juta dalam bentuk pendidikan, asrama, baju dan lain sebagainya selama 3 tahun. Nur mendapat beasiswa bidikmisi pada prodi Pendidikan Teknik Mekatronika lewat jalur SBMPTN.

Nur lulus dari prodi tersebut dalam waktu 3 tahun 9 bulan dan berencana melanjutkan jenjang S2 pada program studi yang sama melalui jalur beasiswa.

Muzaroah berharap agar generasi Indonesia supaya memiliki semangat yang tinggi dalam menuntut ilmu, karena ilmu adalah pengantar kepada keberkahan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Selain usaha dan doa yang selalu dilakukan oleh keluarga, tetapi  juga bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak maka dapat menjadi seperti sekarang ini.

“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Maka dari itu, ketika saya bisa berbagi kebaikan dengan orang-orang di sekeliling, itulah kesuksesan dan kemewahan yang tiada tara bagi keluarga kami,” tutupnya. (Dedy Herdito)

     


share on: