Bupati Abdul Halim Muslih Berupaya Atasi Defisit Anggaran

share on:
Bupati Abdul Halim Muslih || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Kabupaten Bantul berupaya keras untuk mengatasi defisit anggaran yang dialaminya agar pembangunan tetap dapat berjalan baik dengan perencanaan yang matang.

"Kodisi anggaran keuangan Bantul diketahui dalam Kebijakan Umum Anggaran-Proses Platon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2026 sebesar Rp 2.131 Triliun,” kata Bupati Bantul, H.Abdul Abdul Halim Muslih, Sabtu (23/8/2025).

BACA JUGA: Pasutri asal Bantul Sukses Gerakkan Roda Perekonomian dari Batok Kelapa

Sedangkan, kata dia, jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bantul tahun 2026 diperkirakan masih berkisar seperti tahun 2025 yaitu sekitar Rp 730 Miliar.

"Hal itu dapat disimpulkan dana keuangan masih stagnan. Berarti defisitnya sekitar Rp 275 Miliar," tambah Halim.

Untuk mengatasi itu maka Bantul masih menunggu dan mengharapkan segera ada dana perrimbangan. Salah satunya diharapkan segera ada transfer dari Pemerintah Pusat tentang dana desa sesuai dengan keputusan dan perijinan dari Pemerintah Pusat.

"Agar pembangunan nantinya tetap dapat berjalan, maka kini kami melaui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) masih serius dan fokus membahas defisit itu secara cermat.

BACA JUGA: Launching RS Universitas Ahmad Dahlan Dihadiri Unsur PP Muhammadiyah

Kemarin TAPD Bantul juga telah melakukan pembahasan dan koordinasi agar penggunaan anggaran dapat efisien. Pada Kamis (21/8) TAPD juga mulia membahas perihal itu.

Hal penting yang ditempuh yaitu menghemat anggaran melalui beberapa cara. Satu diantaranya meniadakan atau mengurangi penggunaan anggaran yang bukan prioritas. Ini misalnya mencakup anggaran kunjung kerja bagi para pejabat termasuk DPRD. Selain itu mengurangi kegiatan lain misalnya acara rapat di hotel untuk diarahkan dilaksanakan di tempat yang hanya memerlukan anggaran yang relatif kecil. (*/Spd)

 


share on: