Yogyapos.com (SLEMAN) - Pengelola Balai Taman Nasional (BTN) Gunung Merapi akan menindak tegas terhadap 20 pendaki ilegal yang nekat memasuki kawasan larangan.
Kepala BTN Gunung Merapi Muhammad Wahyudi mengatakan, dari hasil pemeriksaan identitas seluruh pendaki ilegal tersebut, sebagian berstatus pelajar, mahasiswa dan karyawan.
BACA JUGA: Ini Amanat Sjafrie Samsoeddin pada Pembukaan Diklatsarmil 2025
"Setelah kami lakukan pemeriksaan, akan dilihat motif-motifnya sehingga kami bisa memberikan sanksi sesuai dengan apa yang dilakukan," kata Wahyudi di kantornya, Senin (14/4/2025).
Wahyudi menjelaskan, kawasan taman nasional ini terdapat Gunung Merapi yang saat ini telah ditetapkan statusnya pada level III (Siaga) oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui hasil pengamatan dan analisis.
BACA JUGA: Korban Ombak Parangtritis Asal Banjarnegara Berhasil Ditemukan
"Jadi aturan yang dilanggar saat ini yaitu karena kawasan ini sedang ditutup, tapi mereka masuk. Mereka tidak diperbolehkan mendaki karena situasinya level tiga, ada kemungkinan bencana, tapi mereka melanggar aturan itu," jelasnya.
Pendakian di Merapi ini merupakan aktivitas yang terhitung baru, belum sepopuler pendakian di lokasi lain seperti di Gunung Rinjani dan sebagainya.
BACA JUGA: Wagub DIY Apresiasi Peran Aktif Perisai Diri
"Pendakian di Merapi dibuka mulai 2012 dan pada 2018 mulai ditutup," ujarnya.
Mengenai kronologi pengamanan para pendaki ilegal, berbekal informasi yang beredar di sosial media dan aduan masyarakat, lantas petugas BTN Gunung Merapi pada Resor Pengelolaan TN Wilayah Selo bergerak pada Minggu (13/4/2025) pada pukul 05.00 WIB.
Para pendaki ilegal yang dimintai keterangan || YP-Eko Purwono
"Saat itu dijumpai 12 kendaraan roda dua di New Selo, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali yang diduga milik pendaki ilegal," bebernya.
BACA JUGA: Wisuda di UWM, Lulusan PT Wajib Ciptakan Peluang di Tengah Gelombang PHK
Kemudian mengarahkan untuk penanganan pendaki ilegal, bersama anggota Polsek Selo dan Koramil Selo serta masyarakat Mitra Polhut, lalu ditindaklanjuti oleh Kepala SPTN Wilayah II untuk mengkoordinir pelaksanaan
"Pada pukul 12.30 WIB, para pendaki ilegal mulai turun dan tiba di New Selo yang selanjutnya diamankan oleh tim gabungan," ungkapnya.
BACA JUGA: Kongres Biasa Askab Sleman Kuatkan Komitmen Peningkatan Sepak Bola
Hasil pemeriksaan, mereka tergabung dalam grup yang dikoordinir oleh pengguna akun tiktok berinisial AA (19) warga Sragen, Jawa Tengah. Sedangkan peserta berjumlah 19 orang yakni inisial DS (Sleman), SWMAN (Surakarta), XJJR (Boyolali), NMS (Kulonprogo), ZVAJA (Banyumas/ mahasiswa di Yogyakarta), FAD (Gunungkidul), SR (Boyolali), MAY (Yogyakarta), IDK (Klaten), RYPS (Pati/ mahasiswa di Yogyakarta), GSMF (Blora/ mahasiswa di Yogyakarta), GR (Yogyakarta), FAS (Sukoharjo), RFH (Sragen), RDA (Sragen), WMAG (Sukoharjo), ZAP (Sukoharjo), NHL (Lamongan), dan ATS (Magetan).
BACA JUGA: Nah! Ketua PN Jaksel, Oknum Advokat dan Panitera Ditangkap Tim Kejagung
"Mereka berusia usia 15 tahun hingga 24 tahun," unarnya. Pihaknya juga telah memasang media informasi pada lokasi yang menjadi titik masuk jalur pendakian serta melaksanakan sosialisasi baik secara daring maupun luring.
Imbauan dan larangan ini semata-mata sebagai langkah mitigasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan," tandasnya.
BACA JUGA: Novel Dawuk Terbit di India, Tiga Kali Dibedah di Kalinga Literary Festival
Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Klaten-Boyolali, Ruky Umaya, membeberkan saat ini sedang dilakukan pendalaman dan pengumpulan keterangan terkait postingan di media sosial TikTok dari akun AldoGracia.
"Karena yang satu orang sampai ke puncak, yang itu adalah zona inti, yang mengunggah (di sosmed) akan kita perdalam lagi, prosesnya sampai dengan hari ini masih pencarian informasi dan keterangan internal BTN Gunung Merapi," tandas Ruky.
BACA JUGA: Kejati Bidik Dugaan Penyelewengan Pengadaan Bandwith Internet Sleman
Bahkan, ujarnya, pada akun tersebut mengunggah video dan foto disejumlah titik di kawasan puncak Gunung Merapi, termasuk melontarkan pernyataan ajakan yang memotivasi melakukan pendakian.
"Terbukti juga ada aktivitas untuk menghangatkan badan, dia membuat api-api di dalam kawasan," imbuhnya. (Opo)
