Banyak Orang Tua Calon Siswa di Bantul yang Belum Paham PPDB Online

share on:
Kunjungan Komisi D DPRD Bantul ke salah satu SMPN terkait pelaksanaan PPDB Tahun Jaran 2021-2022 || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Para calon wali siswa dan calon siswa/siswi SMP di Wilayah Kabupaten Bantul, ditengarai banyak yang belum paham tentang prosedur dan tata cara Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2021/2022 secara online. Artinya masih banyak dijumpai bahwa dalam mendaftarkan diri tetap mempergunakan cara tatap muka dan secara langsung datang ke tempat pendaftaran secara manual sekolah.

Hal itu setidaknya berdasarkan pengamatan yogyapos.com di SMP Negeri 2 Jetis maupun hasil sidak yang dilakukan oleh Komisi D DPRD Bantul di SMP N 1 Sewon, SMPN 1 Pandak dan SMPN 2 Bantul.

Menurut Kepala SMPN 2 Jetis, Nurwanti SE, Bagian Kesiswaan Siswanto SPd dan Wakil Kasek Kesiswaan Rusbagiyo SPd, ada sebagian warga yang bingung atau tidak paham dalam mendaftarkan secara online. Bahkan ada siswa SLB yang juga mendaftarkannya ke SMPN 2. Padahal siswa itu oleh sekolah asalnya sudah diberikan surat pengantar dan keterangan agar mendaftarkan ke SLB.

Pada hari pertema PPDB untuk SMP Kamis (17/6/2021) pukul 11.00 WIB setidaknya ditemukan 5 kejadian ketidak pahaman seperti  itu. Itu terjadi barangkali alasan ketidaktahuan mereka dan kerena pertimbangan ekonomi dan harpan agar anaknya bisa sekolah yang tidak jauh dari rumahnnya.

“Meskipun demikian, kami berupaya agar PPDB di SMPN 2 Jetis tetap lancar dan sukses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Maka kami para guru (panitia PPDB) harus sabar dalam memberikan pengertian kepada para calon wali dan calon siswa yang tidak paham. Kami juga memberikan bimbingan dan pengertian secara mominikatif agar mereke paham caranya,” ujar Nurwanti.

Itu sebabnya kelak diperlukan semacam bimbingan dan sosialisasi tentang IT kepada masyarakat melalui Pemerintah (OPD) yang berkompeten, misalnya Kominfo hingga tingkat padukuhan

Diinformasikan, daya tampung siswa baru SMPN 2 Jetis sebanyak 155 siswa. Mereka akan dibagi ke dalam lima kelas. Sehingga daya tampung per kelas sebanyak 31 siswa.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Bantul, Drs Yasmuri, menyatakan berdasarkan hasil sidak yang dilakukannya banyak diantara wali yang kurang paham PPDB melalui online. 

“Maka sosialisasi PPDB sebenarnya belum dilakukan secara maksimal masih dan harus ditingkatkan. Hal itu bisa dilakukan melalui media masa, selabus dan juga penerangan secara langsung,” ujar Yasmuri.

Yasmuri berharap PPDB di Bantul bisa berjalaan lancar dan aman bahkan sukses, maka Komisi D DPRD Bantul yang juga membidangi pendidikan akan selalu memonitoring. 

Sementara itu berdasarkan ketentuan dari Dinas Pendidiikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul, prosentase jalur PPDB SMPN di Bantul melalui jalur keluarga tidak mampu sebanya 15 persen, jalur perpindahan orang tua 5 persen, jalur prestasi 25 persen, jalur zonasi lingkungan 5 persen dan jalur zonasi kewilayahan 50 persen.

Jadwal pendafaran untuk SMP Kamis (17/6) sampai Sabtu (19/6). Pengumuman hasil seleksi dan daftar ulang 19 Juni 2021.

Sedangkan tentang sosialisasi PPDB Bantul tahun ajaran 2021/2022 oleh Disdikpora Bantul telah dilakukan pada Senin (24/5) di Pemkab Bantul. Dan pada Kamis (16/6) telah dilakukan launching PPDB melalui online oleh Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih di Disdikpora Bantul. (Supardi)

 


share on: