Bantul Creative Expo Akan Digelar Selama Sebulan

share on:

Yogyapos.com (BANTUL) - Bantul Creative Expo sebagai lanjutan event tahunan Bantul Expo tahun-tahun sebelumnya, segera digelar pada 21 Juli hingga 21 Agustus 2022, di Pasar Seni Gabusan (PSG) Jalan Yogya-Parangtritis, Timbulharjo Sewon ;Bantul. 

Event yang mengusung tema ‘Bantul Creative Expo Road to Bantul City of crafts and Folk Art’ merupakan salah satu keras Pemkab Bantul dalam upaya mewujudkan produk UKM dan pendayagunaan potensi lokal.

“Tujuanya meningkatkan kreativitas potensi lokal yang inovatif, sekaligus promosi tingkat regional, nasional dan internasional,” kata Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kabupaten Bantul, Drs Sulistiyono MM, dalam jumpa pers, di PSG, Kamis (30/6/2022).

Sulistiyono mengungkapkan, kegiatan ini diselenggarakan kerjasama Pemkab melalui Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Bantul bersama PT Djaya Dipa Indonesia. Bertindak selaku penanggung jawab CEO-nya adalah Mukhammad Washar Wasesa.

Dalam event ini dihadirkan 120 stand dari unsur lembaga pemerintah (OP, perbankan, BUMD, organisasi binaan pemerintah seperti dekranasda, IWAPI, UMKM BUMD. Kegiatan ini juga berisikan promosi, transaksiedukasi dan hiburan masyarakat Bantul dan sekitarnya. 

“Setelah kegiatan  Bantul Creative Expo pada 21 sampai 25 Juli selesai, dilanjutkan dengan kegiatan yang lebih fokus pada peningkatan promosi dan transaksi UMKM menuju Bantul City of Crafts and Folk Art selama 26 Juli hingga 21 Agustus 2022,” sambung Agus Sulistyono.

Itu semua, jelas dia, untuk penguatan perekonomian UMKM di Bantul dalam mengikuti pasar kreative Unisco. Peningkatan pasar UMKM secara lansung tatap muka maupun tidak langsung (online) antara pelaku, organisasi, pembina UMKM dan pemerintah dengan konsumen termasuk buyer. 

Sementara itu, Penanggung jawab CEO dari PT Djaya Dipa Indoneisia, Mukhammad Washer Wasesa, mengungkapkan pihaknya siap mengadakan Bantul Craatibe Expo ini. Persiapan sudah dilakukan untuk kesuksesan kegiatan ini. 

“Dalam kegiatan ini UMKM (para pedagang kecil) yang melakukan aktivitas perdaganan di tempat ini dan pengunjung tidak dipungut retribusi. Pengaturan para pengunjung misalnya tentang rute dan penataan stand dan yang lainnya juga sudah dirancang matang,” katanya. 

Adapun mengenai kesenian di panggung terbuka, tempat dan usaha layanan permainan adalah difungsikan sebagai perekat dan perangsang masyarakat untuk mengunjungi kegiatan ini. (Spd)

 


share on: