Yogyapos.com (BANTUL) – Belasan ribu orang antusias menyaksikan Bantul Creative Carnival (BCC) 2025 sebagai salah satu rangkaian memperingati Hari Jadi ke-194 Bantul, Sabtu (2/8/2025) malam.
Event ini dilaksanakan di Jalan Jenderal Sudirman hinggaJalan KH Wahid Hasyim dengan jarak tempuh sekitar 2 kilometer. Seremoni pembukaan dilakukan oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih didampingi Wakil Bupati Aris Suharyanta.
BACA JUGA: Hingga Kini Belum Ada Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman
Usai membuka event ini Bupati bersama Formkompimda dan jajaranya juga mengawali kirab ini menuju ke display yang ada di depan Pasar Bantul. Kesemuanya mengenakan pakaian tradisional.
Bupati Abdul Halim saat memberikan sambutan pembukaan acara || YP-Supardi
Antusiasme masyarakat layak dipahami, karena event ini merupakan yang pertama kali digelar pada malam hari. Mereka berjubel menyaksikan gelaran yang mengambil start dari simpang empat Klodran.
BACA JUGA: Advokat Legist Law Firm Sukses Selamatkan Sertipikat Tanah Klien
Para grup peserta karnaval kemudian melakukan display di depan Pasar Bantul, selanjutnya Kembali bergerak menuju finish di simpang empat Sumuran. Kelompok peserta tersebut berasal dari 17 kapanewon dan 23 OPD di lingkungan Pemkab Bantul.
Grup Kepanewon Banguntapan misalnya, menampilkan kreasi pemanfaatan sampah menjadi barang jadi berupa kostum sekaligus display. Pesan yang ingin disampaikan adalah ajakan kepada Masyarakat agar peduli terhadap kelestarian alam.
Display peserta || YP-Supardi
Kapanewon Dlingo menampilkan tarian kegigihan dan keteladanan Pangeran Diponegoro dalam mengusir penjajah Belanda dan Kapanewon Sanden enampilkan ceritera rakyat legenda Maisosuro yang bermakna kerbau sebagai pendukung pertanian.
BACA JUGA: Bukit Klangon akan Sajikan Persaingan Sengit Rider Elit Downhill dan Cross-country
"Event ini sangat menarik dan ditonton belasan ribu warga. Ini merupakan wujud kebersamaan warga Bantul sangat kuat,” ungkap Bupati Halim.
Panemu Banguntapan Nyoman Gunarsa bersama grup yang dipimpinnya || YP-Supardi
Warga Bantul kental dengan filsafat Jawa yaitu golong gilik (tekad bersama). Saekokapti (satu tujuan) dan sungguh ora mingkuh (tidak lepas dan meninggalkan tanggung jawab).
BACA JUGA: Bupati Harda Turut Berbagi Apem di Saparan ke-58 Ki Ageng Wonolelo
"Kebolehan warga Bantul pada kegiatan ini kami tunjukan kepada Unesco. Bantul sebagsi Kota Kreaif UMKM,” tandas Abdul Halim.
Sementara itu, Panewu Banguntapan, I Nyoman Gunarsa menyatakan pihaknya menampilkan kreativitas yang berhubungan dengan sampah adalah untuk mengkampanyekan den mengedukasi masyarakat agar sadar akan sampah. (Spd)
