Yogyapos.com (Kulonprogo) - Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo, bukan hanya tempat untuk transit pesawat udara. Bagi para wisatawan, bandara ini menawarkan pengalaman unik dan menarik yang layak untuk dieksplorasi.
Dengan berbagai fasilitas dan atraksi di dalamnya, Bandara YIA telah menjadi lebih dari sekadar tempat transit, tetapi juga tujuan wisata yang menarik bagi pengunjung dari dalam dan luar negeri. Dan sampai saat ini, YIA rata-rata telah dikunjungi 7.000 sampai ribu wisatawan setiap harinya.
BACA JUGA: JIS 'Lautan AMIN', Anies Baswedan Siap Hadirkan Negara yang Mencintai Rakyatnya
Direktur Utama Java Connection KRT Indro ‘Kimpling’ Suseno menjelaskan sejak pertama kali dibangun, Bandara YIA memang dikonsep sebagai salah satu destinasi wisata yang dapat menjadi pusat penggerak ekonomi di wilayah Kulon Progo dan sekitarnya. Oleh karena itu, kawasan wisata itu sejak awal dibangun sebagai public space sehingga siapapun bebas untuk berkunjung ke kawasan ini.
“Siapa saja boleh berkunjung ke kawasan ini secara bebas. Tanpa tiket, kecuali parkir,” ujar Indro kepada sejumlah awak media Sabtu (10/2/2024).
Pementasan Seni Barongsai di Selasar Depan Bandara YIA || YP-Sulistyawan Ds
Selanjutnya Kimpling menyampaikan, guna melayani para wisatawan yang berkunjung ke YIA, pihaknya bekerjasama dengan beberapa vendor dalam Program Wisata Pelajar ke Bandara YIA. Mereka biasanya mengunjungi Kawasan Tugu Malioboro yang merupakan Kawasan Wisata di Bandara YIA ini atau menikmati wahana lain seperti dinosaurus, wisata kuliner, rekreasi atau sekedar bersantai bersama keluarga.
BACA JUGA: Terjunkan 1.076 Personel, Kapolres Bantul Imbau Junjung Tinggi Netralitas Pemilu
Sedangkan untuk kedepannya, Kimpling mentargetkan agar kunjungan wisatawan ke Bandara YIA ini bisa seramai waktu Bandara masih berlokasi di Maguwoharjo. Untuk itu, saat ini pihaknya telah merancang sejumlah program guna meramaikan kawasan YIA ini. Namun, saat ini di Kawasan ini sudah tersedia banyak pilihan bagi wisatawan seperti wisata kuliner, wisata belanja maupun sekadar berrekreasi.
Untuk wisata kuliner Para pengunjung dapat menikmati makanan khas Yogyakarta seperti gudeg, nasi kucing, bakpia, dan berbagai hidangan lezat lainnya di restoran dan kafe yang tersebar di seluruh area bandara. Selain itu, Anda juga dapat membeli oleh-oleh khas Yogyakarta untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.
Sementara itu, bagi mereka yang senang berbelanja, Bandara YIA menawarkan berbagai macam toko dan butik yang menjual berbagai produk lokal dan internasional. Anda dapat menemukan berbagai barang seperti kerajinan tangan lokal, pakaian batik, perhiasan, kosmetik, dan masih banyak lagi. Ini adalah tempat yang sempurna untuk berburu oleh-oleh bagi keluarga dan teman-teman di rumah.
BACA JUGA: Sudah Kembalikan Gratifikasi Rp 4,9 M, Krido Tetap Dituntut Penjara 8 Tahun
Tapi bagi yang sekedar ingin berekreasi ditempat ini wisatawan juga dapat menyaksikan pertunjukan seni dan budaya yang diselenggarakan secara berkala di area publik bandara, atau mengunjungi lounge khusus untuk menikmati pijat santai atau layanan spa lainnya.
Pementasan Wayang Kulit di Bandara YIA || YP-Sulistyawan Ds
Ada juga area permainan anak-anak yang ramah keluarga, sehingga keluarga dengan anak-anak dapat tetap terhibur selama menunggu penerbangan mereka. Pada hari-hari tertentu, di Bandara ini juga disuguhkan pentas seni jalanan seperti Pagelaran Seni Tradisional, Pentas Barongsai dan Live Musik .
BACA JUGA: Dua Terdakwa Mutilasi Nyatakan Tak Berencana Membunuh dan Minta Tak Dihukum Mati
Selain menawarkan pengalaman wisata yang menarik, Bandara YIA juga memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan. Bandara ini dilengkapi dengan sistem pengelolaan limbah yang canggih, penggunaan energi terbarukan, dan program penanaman pohon yang bertujuan untuk mengurangi jejak karbon.
Bagi yang ingin datang secara pribadi maupun rombongan, wisatawan dipersialahkan langsung menunju kawasan selama jam operasional ini dibuka yaitu mulai pukul 09.00 sampai pukul 17.00 setiap harinya. (Sulistyawan Ds)
