Yogyapos.com (YOGYA) -Dinas KebudayaanDaerah Istimewa Yogyakarta menutup Kegiatan Temu Karya Sastra ‘Daulat Sastra Yogya’ Tahun 2023 di Pelataran Joko Pekik, Sembungan, Kasihan, Bantul, Jumat (27/10/2023) sore.
Pembacaan puisi dan pementasan teater ”Gegayuhan” dengan Sutradara Nunung Deni Puspitasari menandai penutupan serangkaian kegiatan yang dihelat sejak 3 Oktober 2023. Sebelumnya juga disampaikan pengumuman dan pemberian hadiah lomba penulisan karya sastra, berupa puisi, cerpen, dan naskah lakon.
BACA JUGA: Eksekusi Tanah di Jalan Bener, Mulatsih Peroleh Kembali Haknya Setelah Lebih Sepuluh Tahun Berjuang
Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi SS MA dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Drs Budi Husada selaku Kabid Pemeliharaan dan Pengembangan Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman menyampaikan, Temu Karya Sastra 2023 merupakan perhelatan ketiga dan menjadi laboratorium sekaligus gelanggang para sastrawan muda.
”Kegiatan ini merupakan ajang untuk mewujudkan imajinasi generasi muda dalam bentuk karya sastra yang estetik,” demikian disampaikan Budi Husada.
BACA JUGA: Pesan Perubahan dari Yogya: Anies Gemakan Keadilan dan Persatuan
Dikatakannya, terdapat tiga rangkaian Kegiatan Temu Karya Sastra tahun 2023, yaitu Workshop Penulisan Puisi, Cerpen, dan Naskah Lakon (3-6 Oktober 2023); Lomba Penulisan Sastra; serta Pentas dan Pameran Sastra (25-27 Oktober 2023).
“Kegiatan tersebut diikuti oleh pelajar SMA sederajat, mahasiswa, dan remaja utusan komunitas sastra di DIY.”
Sejumlah sastrawan yang berkontribusi sebagai narasumber workshop, antara lain Wahyana Giri Mawacipta, Mutia Sukma, Ruwi Meita, Ken Terate, Naomi Srikandi, dan Ikun SK.
Hasil workshop berupapuisi, cerpen, dan naskah lakon kemudian diantologikan. Selain itu, karya-karya terpilih mereka ditampilkan dalam bentuk pementasan sastra yang digelar Rabu (25/10/2023) hingga Jumat(27/10/2023).
“Selain itu, para peserta workshop Temu Karya Sastra juga berkompetisi dengan remaja lain dalam Kompetisi Penulisan Sastra, yaitu puisi, cerpen, dan naskah lakon satu babak dengan tema ”Sumbu Filosofi Yogya”.
BACA JUGA: Advokat Heru Sulistyo SH Bersyukur, Eksekusi Rumah di Nagan Lor 70 Berlangsung Relatif Singkat
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi pemantik untuk generasi muda agar bisa melangsungkan atau memegang tradisi sastrawan pendahulu. Tradisi inspiratif seperti bersilaturahmi, bersosial dalam komunitas dan masyarakat melalui sastra, sehingga dapat terbentuk komunikasi yang sangat manusiawi tanpa kepentingan dan perbedaan.
“Kami berharap, dengan adanya Kegiatan Temu Karya Sastra, bisa lahir generasi baru pelaku bahasa dan sastra di DIY serta semakin banyak karya-karya yang inovatif,” pungkasnya. (R Toto Sugiharto)
