Aryo Bimo dan Miryam Rachel Raih Juara 2 NFTC 2025 di Surabaya

share on:
Theodorus Aryo Bimo Susanto dan Miryam Rachel || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Theodorus Aryo Bimo Susanto dan Miryam Rachel, mahasiswa Teknologi Pangan Fakultas Teknobiologi (FTB) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), meraih Juara 2 National Food Technology Competition (NFTC) 2025 yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

NFTC 2025 mengangkat tema “Zero to Hero: Utilization of Food byProduct for Indonesia Economic Growth”, sejalan dengan spirit Laudato Si’ yang menekankan pentingnya merawat bumi sebagai rumah bersama dan mendorong keberlanjutan.

BACA JUGA: Simak! Spill Fitur Keren Galaxy A36 5G yang Jarang Diketahui

Dalam lomba ini, Theo dan Rachel mengusung inovasi bertajuk “Brownies Crispy Banana Peel: Inovasi Crispy Brownies berbasis Tepung Limbah Kulit Pisang Ambon sebagai Snack Bernutrisi, Ramah Lingkungan, dan Berkelanjutan.”

Produk ini dikembangkan sebagai solusi pemanfaatan limbah kulit pisang yang selama ini sering terbuang sia-sia, diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, bergizi, serta mendukung pengurangan limbah pangan. Inovasi ini merupakan langkah konkret dalam mendorong ekonomi sirkular dan ketahanan pangan berkelanjutan.

BACA JUGA: Amuk 'Jago Merah' Enam Jam Hanguskan Pabrik Garmen di Sleman

Kompetisi ini diikuti oleh puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti UGM, IPB, ITB, dan universitas terkemuka lainnya, menjadikan ajang ini sangat kompetitif dan bergengsi.

Rangkaian perlombaan dimulai sejak Februari 2025 dan melalui tahap seleksi. Pada 3 Mei 2025, diumumkan 10 tim finalis yang lolos ke tahap presentasi yang diselenggarakan secara luring di Surabaya pada 17 Mei 2025.

BACA JUGA: Tuntutan Reshuffle Kabinet Menggelegar di Acara Sarasehan Aktivis 98

“Jadi kita di sini pertama bikin essay dulu ya, terus di upload. Yang mana essay-nya itu nggak cuma essay biasa, tapi arahnya itu pertama inovasi, yang kedua bisnis. Dan ditunjukin juga sama pembuatan prototype gitu,” jelas Theo, Kamis (22/5/2025).

Theo dan Rachel menekankan bahwa waktu menjadi tantangan terbesar selama persiapan lomba. Keduanya harus membagi waktu ditengah jadwal kuliah dan praktikum yang padat. Latihan presentasi pun kerap dilakukan malam hari, bahkan hingga larut malam menjelang keberangkatan ke Surabaya.

BACA JUGA: Geger Pengrusakan Nisan, Terduga Pelakunya Masih Pelajar

“Jadi biasanya kita latihannya itu malam-malam. Kemarin sempat jam 4 sore hingga jam 9 malam. Terus waktu h-1 satu berangkat itu kita malamnya masih latihan lagi jam 10,” tambah Theo.

Dosen pembimbing, Benediktus Yudo Leksono, turut mengapresiasi capaian tersebut. Kompetisi ini sangat bergengsi dan kompetitif. Meski demikian, Theo dan Rachel menunjukkan semangat luar biasa. Mereka mampu menghadapi pesaing dari universitas ternama serta membagi waktu di tengah kesibukan lain.

BACA JUGA: Fajar Sadboy, Julia Vio dan DJ Ronny Rilis 'Papa Gula' Senggol Suami Centil

”Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran penting, tidak hanya dalam berinovasi menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat, tetapi juga melatih ketangguhan menghadapi tantangan kehidupan,” tutur Benediktus mengenai hasil kompetisi ini digelar di Grand Atrium Pakuwon Mall, Surabaya, pada Sabtu (17/5/2025) lalu. (*/Red)

 


share on: