Amuk 'Jago Merah' Enam Jam Hanguskan Pabrik Garmen di Sleman

share on:
Kebakaran melahap sebuah pabrik garmen di wilayah Padukuhan Balong, Donoharjo, Ngaglik Sleman, Rabu (21/5/2025) dini hari || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Kebakaran dahsyat menghanguskan sebuah pabrik garmen di wilayah Padukuhan Balong, Donoharjo, Ngaglik Sleman, Rabu (21/5/2025) dini hari.

Tak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun seluruh bangunan pabrik dan isinya terbakar karena pabrik dalam kondisi kosong.

BACA JUGA: Haris Martapa Resmikan Empat Proyek Padat Karya di Cangkringan

Kapolsek Ngaglik AKP Yuliyanto yang menerima informasi langsung menerjunkan anggotanya ke lokasi kebakaran. Warga sekitar pun berjubel di sekitarnya.

"Terjadi sekitar jam 3.30 WIB," ujar AKP Yuliyanto, Rabu (21/05/2025).

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran, demikian pula jumlah kerugiannya. Namun yang pasti di dalam pabrik terdapat sejumlah mesin produksi dan bahan-bahan maupun hasil konveksi.

BACA JUGA: Tuntutan Reshuffle Kabinet Menggelegar di Acara Sarasehan Aktivis 98

‘Masih dilakukan penyelidikan,” tandas Kapolsek.

Musibah tersebut sangat mengagetkan dan mengundang perhatian warga lantaran terjadi pada dini hari, di saat orang-orang masih dan atau baru bangun tidur. Bahkan menyita kesibukan awal para pedagang yang hendak menuju ke pasar.

BACA JUGA: Terduga Pencuri Motor Jadi 'Bancakan' Massa, Masuk Rumah Sakit

Api berkobar dan asap yang membumbung ke angkasa menjadi pemandangan ekstrem selama berjam-jam. Amukan ‘Si Jago Merah’ ini baru bisa dipadamkan setelah sekitar enam jam kemudian.

Diketahui, pabrik garmen tersebut mempekerjakan riubuah buruh. Sehingga musibah ini langsung direspon oleh pihakPemkab Sleman, terkait dengan upaya memindahkan sementara kerja produksi agar tidak terjadi pengangguran.

BACA JUGA: Perdagangan Hewan Kurban Menggeliat, Sapi Berkisar Rp 18-40 Juta

“Kami segera antisipasi untuk mencari tempat sementara agar produksi bisa segera Kembali dilakukan,” ujar Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, bahwa salah satu lokasi yang dijajaki untuk digunakan sebagai tempat produksi sementara adalah bangunan milik PT Primisima. (*/Met)

 


share on: