Air Hujan Banjiri Jalan Nasional di Sleman, Lalu Lintas Tersendat Membahayakan Pengguna Jalan

share on:
Air hujan menggenangi ruas bahu jalan di  sekitar Jalan Magelang Km 7 Sendangadi, Mlati, Sleman || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) -  Kondisi saluran drainase yang buruk diduga menjadi pemicu air hujan meluber ke Jalan Magelang Km 7,5 Jongke, Sendangadadi, Mlati Sleman tepat di sekitar depan  Kantor Regional I BKN hingga ke arah selatan.

BACA JUGA: Ini Daftar Jabatan dan Layanan Publik yang Bekerja Tanpa WFH

Kondisi tersebut menjadi pemandangan bagi pengguna jalan saat terjadi hujan. Seperti yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Keadaan tersebut dikeluhkan warga, lantaran membahayakan pengendara kendaraan maupun pejalan kaki.

Pantauan yogyapos.com, terlihat limpasan air meluber ke bahu jalan Magelang pada sisi timur,  mulai di sekitar SPBU Mulungan ke arah selatan hingga sebelum Flyover Jombor. Terlihat sebagian besar kendaraan roda dua dan roda empat tampak melaju perlahan menembus genangan sehingga menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

BACA JUGA: Danrem Hadiri Kirab Pamong Mangayubagya 80 Tahun Sri Sultan HB X

Beberapa pengendara bahkan memilih berhenti sejenak untuk memastikan kendaraannya aman melintas. "Kalau saya sering melintas jalan tersebut, maka paham betul bahwa di sekitar Jalan Magelang km 7 pada sisi timur pasti ada genangan air saat terjadi hujan, " ujar Taufik B Sc, salah satu pemerhati sosial di Sleman.

Taufik yang juga mantan anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Kabupaten Sleman ini mengungkapkan,  genangan air hujan yang merendam sebagian  ruas Jalan Nasional  ini sudah dirasakan sejak tahun 2024, dengan ketinggian air bervariasi di setiap titik.

BACA JUGA: Polisi Tangkap 6 Tersangka Penganiayaan, Pencurian dan Perusakan Motor di Beran Kidul

"Saya lihat saluran drainase dan irigasi di sisi timur bahu jalan tidak berfungsi sehingga air hujan meluber ke jalan, ini sangat membahayakan pengguna jalan," ungkapnya.

Ia berharap kepada pihak terkait untuk segera membenahi dan membangun saluran drainase. "Bukan hanya perbaikan, itu sebaiknya dibangun drainase, kalau tidak ya tetap akan banjir terus," tuturnya.

BACA JUGA: Insiden di Lebanon, Gus Hilmy: PBB Harus Hukum Israel, Pemerintah Jangan Gegabah Kirim Pasukan

Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah DIY (PJN) melalui PPK 1.1Ersy Perdhana menyampaikan, pihaknya untuk sementara hanya melakukan kegiatan pembersihan.

"Di lokasi tersebut tidak hanya drainase, namun juga merupakan saluran irigasi, sementara ini kita melakukan pembersihan," jelas Ersy menjawab konfirmasi.

BACA JUGA: Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan

Menurutnya, hingga saat ini belum ada alokasi anggaran untuk revitalisasi pada lokasi tersebut, upaya solusi telah dilakukan dengan berkoordinasi dengan Pemkab Sleman, namun belum ada titik temu.

BACA JUGA: Alumnus UGM Jadi Danrem Yogyakarta

"Sementara anggaran kami untuk revitalisasi tidak ada. Saluran tersebut banyak mengalami alih fungsi. Banyak ditutup dengan plat beton dan buis beton di bawahnya sehingga menyebabkan saluran tidak berfungsi sebagaimana mestinya," tandasnya. (Opo)

 

 

 

 

 


share on: