Yogyapos.com (YOGYA) – Mengejutkan. Setelah tiga puluh tahun mewarnai jagad musik Indonesia, Ahmad Dhani kini merambah bisnis dengan memproduksi rokok berlabel Dewa 19 Legend The Cigarettes.
Meski produksinya di Sidoardjo, namun soft launching rokok kretek filter tersebut dilakukan di Yogyakarta. Ia mengaku desain rokok, ukuran maupun bungkusnya dilakukan sendiri tanpa melibatkan pihak lain.
“Desain rokok ini saya yang desain sendiri tanpa desainer. Soal taste memang kita tidak bisa paksakan, karena tiap orang punya kesukaan sendiri-sendiri,” ungkap Dhani pada wartawan, di de Celine Restaurant Kotabaru, Yogyakarta, Minggu (27/11/2022) malam.
Ahmad Dhani saat membawakan hits 'Aku Cinta Kau dan Dia' || YP-Ismet NM Haris
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-jutaan-rokok-ilegal-dimusnahkan-5041
Acara shof launching dihadiri para Baladewa, sebutan para penggemar band legendaris Dewa 19, serta dimeriahkan dengan penampilan Dhani membawakan sejumlah nomor hitsnya ‘Aku Cinta Kau dan Dia’. Aksi panggung kali ini didampingi sang gitaris Andra Ramadhan. Keduanya bergabung bersama band Atmojo.
Ahmad Dhani lewat produk rokok tersebut menawarkan satu bentuk strategi dagang dengan memanfaatkan popularitas namanya. Termasuk pula popularitas nama bandnya yang sudah sangat lekat di masyarakat.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pemkab-sleman-lanjut-salurkan-blt-dbhcht-di-berbah-9297
Produk yang baru secara halus diperkenalkan ini merupakan kolaborasi Ahmad Dhani pentolan Dewa 19 dengan pengusaha asal Sidoarjo yakni Sri Rahmawati dan Samsul Huda. Dhani bercerita mencurahkan daya ciptanya untuk mendesain sendiri kemasan produk itu, meski menjadi konsumsi publik bahwa ia tidak merokok.
Bukan tanpa alasan Dewa 19 membuat produk rokok yang sebenarnya menjadi sejarah baru di Indonesia karena baru kali pertama sebuah band memiliki brand cigarette tersendiri. Ia mengungkap alasan ingin membiayai sendiri konser Dewa.
Dhani yakin, Dewa 19 akan abadi. Meski semua personelnya kelak mati, tapi keturunannya tetap bisa menikmati hasil (royalty) dari band Dewa ini. “Kami buat rokok, kita ingin sponsorin band kita sendiri. Sekarang rokok besar terbatas regulasi. Rokok tidak seperti dulu, pikiran saya malah industri ini bisa suport tur Dewa ke daerah-daerah yang lebih pelosok yang kekuatan finansial ekonominya tidak sebesar ibukota provinsi ya,” sambung pria berkepala pelontos ini.
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-pp-muhammadiyah-tolak-vape-1502
Ia mencermati kisah sukses rokok-rokok besar terdahulu karena bekerjasama dengan band-band tanah air. Sehingga tak menutup kemungkinan nantinya Dewa 19 Legend akan mendukung band-band lain di Indonesia yang dianggap layak dan menarik.
“Perusahaan ini awalnya untuk suport band Dewa, kalau target terlampaui kita bisa suport band lain karena memungkinkan besar juga brand ini karena suport band seperti yang dilakukan Sampoerna dulu. Kita bisa suport band lain yang kita anggap bagus untuk bareng kita,” tandas Dhani yang juga sudah menyiapkan dewatiket.id dan dewatoko.com ini.

Sementara, Sri Rahmawati, CEO Dewa 19 Legend The Cigarette, mengatakan paling tidak saat ini kurang dari 1.000 buruh ikut terlibat dalam produksi rokok Dewa 19 ini. Hal tersebut menjadi penyemangat bagi para buruh dan industri rokok miliknya terlebih karena adanya kenaikan cukai rokok tahun depan.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-pemkab-sleman-terima-pengembalian-cukai-tembakau-rp-16-miliar-5540
“Kurang dari 1.000 buruh ada di industri rokok Dewa 19 Legend ini, ya paling tidak bisa menghidupi mereka dulu. Semoga bisa mendapat tempat di kalangan penikmat rokok dan Baladewa ya. Apalagi industri rokok ini menyumbang pajak pemerintah sampai 70 persen,” tandas dia.
Sementara dari pencermatan yogyapos.com, rokok produksi Dewa 19 ini berukuran relatif agak besar dari segi diameter maupun panjangnya dibandingkan rokok kretek filter lain. Dikemas bungkus dominan warna hitam berisi 12 batang. Sedangkan jumlah 1 slop sebanyak 10 bungkus, harga per bungkus Rp 25.000.
“Produksi perdana ini jenis kretek filter. Ke depan tentu kami akan kembangkan ke jenis kretek maupun mild,” pungkas Dhani.(Met)
