Pemkab Sleman Terima Pengembalian Cukai Tembakau Rp 1,6 Miliar

share on:
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa melepas perjalanan komunitas sepeda onthel dalam rangka sosialisasi cukai rokok, Sabtu (27/11/2021) || YP-Agung DP

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kabupaten Sleman mensosialisasikan cukai rokok sebagai salah satu penerimaan pendapatan, di Kalurahan Purwomartani,Kapanewon Kalasan Sleman Sabtu (27/11/2021). Sosialisasi dimeriahkan dengan senam massal, sepeda ontel dan jemparingan.

Wakil Bupati Slan Danang Maharsa mengatakan, kegiatan sosialisasi cukai rokok selain salah satu program untuk menambah wawasan serta mencegah terjadinya pelanggaran terhadap cukai rokok ilegal sehingga turut serta membantu mengoptimalkan pemerimaan negara di sektor tembakau.

“Selain dana bagi hasil cukai, hasil tembakau kita peruntukan untuk kesehatan, kegiatan kemasyarakatan  seperti saat ini dan juga dalam bentuk Bantuan Langsung Tunsi (BLT) pada masyarakat tidak mampu terutama butuh pabrik dan petani tembakau di Kabupaten Sleman,” ungkapnya.

Diungkapkan, pada 2021 ini Sleman mendapatkan pengembalian cukai tembakau dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp 1,6 Miliar yamg juga akan dipergunakan untuk sosialisasi dalam  berbagai program.

“Ternyata kemasan sosialisasi seperti ini banyak dijadikan percontohan daerah lain diluar Kabupatem Sleman seperti sebelumnya kuta sempat mengadakan sosialisssi mewat pementasan kethoprak. Banysk daerah lain melihat bahwa kemasan seperti ini sangat bagus dan menarik untuk di tiru dan diterapkan,” tandasnya.

Sementara itu Andrias Wunika Susi Lestyarini dari Kantor Bea Cukai mengungkapkan, kegiatan sosialisasi ini sslah sstu bentuk upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya cukai legal yang dapat memberikan manfaat pada masyarakat.

Ia mengajak masyarakat memerangi rokok ilegal karena memperjual belikan rokok ilegal merupakan tindakan melanggar hukum. Sedangkan memproduksi dan membeli rokok yang legal dapat berkontribusi terhadap dana bagi hasil cukai hasil tembakau yang nantinya akan disalurkan kembali.

“Sosialisasi agar memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa tembakau yang kemudian menghasilkan dan memberikan pendapatan bagi daerah, dikembalikan lagi pada masyarakat melalui kegiatan masyarakat melalui kegiatan positif olah raga, seni dan kebudayaan dan lainnya,” ujarnya.  Kegiatan sosialisasi ditutup dengan pelepasan keberangkatan komunitas sepeda ontel, yang dilepas oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, disusul komunitas senam yang diikuti anggota TP PKK  se Kabupaten Sleman, Ibu ibu Hapsari ,kemudian kegiatan sosialisasi dengan jemparingan bersama. (Agn)

 


share on: