Ada 70 Sungai dan 373 Mata Air di Sleman, Kustini Tebar Benih Ikan di Hari Air Dunia

share on:
Penebaran benih ikan, di Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi, Sabtu (22/6/2024) || YP-Ist

Yogyapos.com  (SLEMAN) - Memeringati Hari Air Dunia, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, bersama jajaran diantaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Mirza Anfansury, melakukan penanaman bibit pohon dan penebaran benih ikan, di Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi, Sabtu (22/6/2024).

BACA JUGA: Jagabaya Kalurahan Caturtunggal Dituntut Penjara 7,5 Tahun, Advokat Nofrizal akan Ajukan Pledoi

Bupati Kustini menyampaikan Peringatan Hari Air menjadi momentum pengingat tentang pentingnya air dan kesadaran untuk menjaga sumber air bersih, sehingga dapat dinikmati dan dimanfaatkan dengan baik oleh generasi penerus. Bupati mengingatkan bahwa perlindungan dan pelestarian sumber air perlu terus diupayakan.

“Pemkab Sleman terus mengupayakan pengelolaan sumber daya air diantaranya dengan penanaman pohon yang bersifat konservatif, pengelolaan sungai, pengelolaan mata air, pembuatan sumur resapan, serta pembangunan embung dan bendung,” jelas Bupati.

BACA JUGA: Usai Lantik Dirjen Bina Marga, Menteri PUPR Perintahkan Kejar Progres Pekerjaan

Diungkapkan, saat ini Kabupaten Sleman memiliki 70 sungai dan 373 mata air. Sedangkan bangunan konservasi air buatan yang sudah terbangun sebanyak  875 bendung dan 28 embung. Pembangunan embung dan bendung tersebut dibangun atas kerjasama yang baik antara Pemkab Sleman, pemerintah provinsi maupun Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Mirza Anfansury, menjelaskan kegiatan penanaman pohon dan penebaran benih ikan menjadi salah satu upaya konservasi lingkungan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan agar ketersediaan air baku dan air bersih tetap terjamin hingga masa depan. Hal ini juga sejalan dengan tema peringatan Hari Air Dunia pada tahun 2024.

BACA JUGA: Lektol Inf Afrizal Rakhman Jabat Danyon 403/WP, Sertijab Dipimpin Danrem 072/Pmk

“Hari Air Dunia tahun ini mengambil tema Air untuk Kesejahteraan atau Boyong Tirto Kautaman. Dan perlu kita ingat pelestarian sumber air merupakan sebuah tanggung jawab besar yang harus dilakukan oleh seluruh pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, pelaku industri, akademisi dan tentunya seluruh masyarakat,” jelas Mirza.

Embung memiliki peran penting sebagai konservasi air. Di sisi lain embung juga menjadi sarana rekreasi bagi masyarakat.  Untuk itu mari kita jaga bersama, baik dari kebersihannya maupun ekosistem yang telah terbangun,” ajak Bupati.

BACA JUGA: Jemaah Haji Gelombang I Mulai Dipulangkan ke Tanah Air

Pada peringatan Hari Air Dunia, masyarakat Sleman diharapkan dapat semakin bijak dalam pemanfaatan air. Menumbuhkan kesadaran untuk menjaga lingkungan tetap lestari juga harus dilakukan kepada generasi muda. Dengan begitu, diharapkan ketersediaan air tetap terjamin untuk generasi-generasi yang akan datang.(*/Agn)


share on: