58 Lembaga Prodem Desak Polisi Usut Tuntas Teror Molotov di LBH Yogya

share on:
beranda Kantor LBH Yogya usai menjadi sasaran teror molotov oleh orang tak bertanggung jawab || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Sebanyak 58 lembaga pro demokrasi (Prodem) Yogyakarta dan Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Rakyat untuk Demokrasi Yogyakarta (ARDY), mendukung LBH Yogyakarta dan YLBHI melawan teror bom molotov yang terjadi pada Sabtu dini hari, 18 September 2021.

Jaringan masyarakat sipil mendesak Kepolisian RI menuntaskan kasus tersebut sebagai indikator keseriusan proses hukum hingga tingkat pengadilan. Dukungan terhadap LBH terus mengalir. Teror itu tidak akan menyurutkan solidaritas bersama melawan kekerasan.

Juru Bicara ARDY, Himawan Kurniadi mengatakan, mengutip pejuang Hak Asasi Manusia, Munir Said Thalib alias Munir, teror itu tergantung penafsiran kita sendiri. Kalau saya bilang saya dan keluarga takut, berarti si peneror berhasil menjalankan tugasnya.

“Serangan itu membuat kami 58 lembaga pro demokrasi di Yogyakarta dan Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (ARDY) Yogyakarta menyampaikan pandangan sebagai berikut, serangan terhadap LBH Yogyakarta merupakan tindakan inkonstitusional dan teror ke semua pejuang prodemokrasi di Yogyakarta dan Indonesia,” jelas dia, Selasa (21/9/2021).

Menurutnya, teror bom molotov menjadi modus serangan ke kantor lembaga prodemokrasi dan pengaduan publik. “Kami mendesak polisi bersikap profesional karena serangan serupa tidak pernah terungkap,” tandasnya.

Masalahnya, kata, dia penyelesaian kasus serupa berbeda dan tidak adil. Dalam catatannya, polisi berprestasi mengungkap kasus bom molotov ke kantor partai penguasa. Hanya dalam hitungan kurang dari 1 bulan, polisi mampu menangkap pelaku.

“Usut tuntas, tangkap pelaku teror bom molotov LBH Yogya,” tegas dia.

ARDY, seru dia, menyatakan sikap mengecam keras teror terhadap LBH Yogyakarta dan mendukung penuh kawan seperjuangan LBH Yogyakarta dan YLBHI untuk melawan teror. Polisi harus tangkap dan memproses pelaku berikut aktor intelektual hingga pengadilan.

“Kemauan polisi melakukan pengungkapan menjadi cermin polisi reformis dan profesional. Kami mendesak Kapolresta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro dan Kepala Polda DIY Irjen Pol Asep Suhendar agar serius menuntaskan kasus ini,” katanya.

Sebelumnya, Kantor LBH yang terletak di Prenggan, Kotagede, Yogyakarta diketahui menjadi sasaran teror pada Sabtu (18/9/2021) pagi. Akibat lemparan molotov, kondisi kantor rusak bagian depan, kaca jendela pecah, sebagian tembok dan gorden jendela terbakar.

Insiden teror bom molotov yang ditujukan ke Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta telah dilaporkan ke Polresta Yogya, Sabtu (18/9/2021) petang. (*/Opo)


share on: