Yogyapos.com (BANTUL) - Sebanyak 195 Pegawas Lapangan (PL) Proyek Padat Karya Kabupaten Bantul tahun 2025 telah memperoleh bimbingan teknis oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakaertrans), sejak 11 Februari 2025.
“Bimtek itu sudah dilaksanakan pada 11 Febnruari di Pandapa Komplek Pemda II Bantul Manding,” kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Perluasan Kerja dan Transmigrasi (Disnakaertrans) Bantul, Ruminyati, di Bantul, Kamis (13/2/2025).
BACA JUGA: Pembegal Payudara di Umbulmartani Berhasil Diringkus, Belum Jelas Motifnya
Para PL mulai bekerja sejak Selasa (11/2) untuk melakukan pengecekan ke lapangan atau titik lokasi masing-masing, diantaranya mengecek kesiapan material.
Salah satu lokasi proyek padat karya || YP-Supardi
Sedangkan waktu pengerjaan Padat Karya selama 21 hari atau tiga minggu yang dimulai secara serentak pada 18 Februari.
Ruminyati mengungkapkan, jumlah titik lokasi Padat Karya sebanyak 195. Setiap titiknya dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bantul sebesar Rp 100.000.000. Alokasi dana anggaran itu diantaranya untuk upah per harinya Rp 90.000 bagi Ketua Kelompok, tukang Rp 80.000 dan Rp 70.000 untuk pekerja.
BACA JUGA: Audiensi Pimpinan Muhammadiyah DIY-Danrem 072/Pmk, Ini Tujuannya
“Para pekerja juga memperoleh Asuransi Keselamatan Kerja dengan harapan agar nyaman, tenang dan lancar dalam bekerja,” tandasnya. Pembangunan fisik Padat Karya terdiri dua, diantaranya corblok jalan dan bangket jalan.
Suasana Bimtek || YP-Supardi
Menurut Kepala Disnakertran Bantul, Istirul Widilastuti, proyek Padat Karya mempunyai manfaat karena membangun infrastruktur pedesaan. Efek positifnya menata lingkungan guna memudahkan dan akses transportasi. Manfaat lainya meningkatkan akses perekonomian, pendidikan dan pariwisata. (Spd)
