Yogyapos.com (SLEMAN) - Bergerak dari Sekretariat Gapoktan Tirto Manunggal, kirab budaya wiwit angler berlangsung sakral. Menuju area persawahan barat Dukuh Janturan, Tirtpadi, Sleman, prosesi yang digelar Sabtu (27/9/2025) pagi itu diikuti kelompok tani, kelompok wanita tani, pejabat dan perangkat serta masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman adalah Rofiq Andriyanto SHut MT dalam sambutannya saat sarasehan menyampaikan harapannya agar gerakan budaya ini mampu menyadarkan kita semua untuk menjaga lahan.
BACA JUGA: Kejati DIY Sita 1 Unit Mobil dan 6 Jam Tangan Mewah di Rumah Tersangka Korupsi
"Kita telah mempunyai Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 6 Tahun 2020 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Ini penting diaktualisasikan mengingat lahan kita semakin berkurang. Untuk proyek jalan tol saja dipakai 362 ha. Dalam lima tahun lahan kita susut 5000an ha, dari 21.850 ha masih 16.000 ha. Maka tradisi angler ini selain nguri-uri kebudayaan Jawa, juga mestarikan sawah dan bisa mendorong generasi muda untuk mencintai profesi petani,” tandasnya.
Kepala DP3 Sleman saat sarasehan || YP-Ist
Sedangkan Lurah Tirtoadi Mardiharto menyampaikan, gerakan petani ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan pangan di level keluarga. "Kami mendorong Gapoktan dan KWT untuk semakin giat dan bekerja keras agar lahan produktif di Tirtoadi bisa dikelola menjadi produktif", ungkapnya.
BACA JUGA: Sidang Penganiayaan Advokat, Ada Perbedaan Keterangan Saksi dan Korban
Sementara itu Ketua Tim Kerja Penguatan Kelembagaan dan Kapasitas Masyarakat Dinas PMK Kabupaten Sleman, Agus Wasiso Wibowo SSos mendorong Kalurahan Tirtoadi segera mengambil momentum untuk menyusun profil budaya kalurahan.
"Kenapa ini penting dilakukan? Karena pemberdayaan masyarakat melalui desa budaya, desa wisata, desa preneur dan desa prima memperoleh kesempatan meraih danais sebesar 1 miliar. Kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat seperti pagi ini bisa menyatukan ketahanan pangan dan ketahanan budaya. Mari kita kawal bersama agar menopang ketahanan pangan,” pesannya.
BACA JUGA: Polisi Selidiki Info Dugaan Pemerkosaan Remaja oleh Sekelompok Pemuda
Dalam kesempatan sarasehan Dimas Panuntun dari Dinas Kebudayaan Sleman berharap agar upacara adat tradisi angler ini bisa dijadikan agenda rutin. "Untuk kelanjutannya, paguyuban atau kelompok tani penyelenggara angler bisa mengajukan nomor induk kebudayaan ke Dinas Kebudayaan Sleman agar ke depan bisa memperoleh fasilitasi,” jelasnya.
Gapoktan dan KWT Tirtoadi Mlati Sleman || YP-Ist
Sedangkan Direktur Bumkal Tirtamas Wahjudi Djaja menjelaskan kolaborasi dalam wiwit angler ini baru merupakan langkah awal. Ke depan Bumkal Tirtamas membuka diri untuk kerjasama produktif saling menguntungkan, baik dengan Gapoktan dan KWT maupun desa wisata dan desa budaya.
BACA JUGA: Bekas Kepala Dinas Kominfo Sleman Ditahan, Diduga Korupsi Pengadaan Banwidth
“Ada banyak potensi Tirtoadi yang bisa diangkat dan dijadikan paket wisata budaya, tinggal kita kelola dengan manajemen yang baik agar memberi dampak bagi warga,” paparnya.
Kirab upacara tradisi wiwit angler dipimpin R Bambang Nursinggih SSn dari LKJ Sekar Pangawikan. Hadir dalam acara Nur Hayati SP MMA (Kepala BP4 Wilayah 3), Penyuluh Pertanian Drh Laila Kurnia Sari, Babinsa Tirtoadi Koptu Narendra, Bhabinkamtibmas Tirtoadi Aiptu Anjarwani, para pamong Kalurahan Tirtoadi, para kepala dukuh se-Tirtoadi, Ketua Gapoktan Tirto Manunggal Riyanto SH dan anggota serta KWT se-Tirtoadi serta Jaga Warga Tirtoadi yang mengawal prosesi. (Iud)
