Waspada! Guguran Awan Panas Gunung Merapi Bisa Mencapai Radius 7 Kilometer

share on:

Yogyapos.com (SLEMAN) - Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat aktivitas Gunung Merapi mengalami 4 kali guguran lava ke arah Barat daya dengan jarak luncur maksimum 1,5 kilometer sepanjang pagi hingga siang pada Kamis (1/2/2024).

“Dalam periode pengamatan pukul 06.00  hingga 12.00 WIB hari ini telah terjadi guguran lava sebanyak 4 kali ke arah Barat daya menuju Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1500 meter,” ujar petugas Balai BPPTKG Yogyakarta Ahmad Sopari dan Tri Mujiyanta dalam siaran persnya.

BACA JUGA: Kompolnas Dukung Kenaikan Gaji Polri

Pihaknya menyebutkan, Gunung Merapi masjid dalam status level III atau siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km mengarah ke Sungai Bedog dan Sungai Krasak.

“Yang mengarah ke Sungai Bebeng guguran lava dan awan panas sejauh maksimal 7 km,” jelasnya.

Sedangkan pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

“Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,” ungkapnya.

BACA JUGA: Demo Apdesi, Polda Metro Jaya Selidiki Perusakan Gerbang DPR RI

Sejauh ini, beber dia, berdasarkan data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.Oleh karena itu masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 

“Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi, termasuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi,” imbuhnya. (*/Opo)

 


share on: