Yogyapos.com (SLEMAN) - Kesal lantaran kerusakan jalan tidak kunjung ditangani oleh pihak terkait, warga Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel terpaksa menanam pohon pisang di ruas jalan Tempel - Klangon, tepatnya di wilayah Padukuhan Barongan.
Salah satu warga Barongan, Durun (53) menuturkan bahwa kerusakan jalan telah terjadi cukup lama terlebih sejak ada aktivitas pembangunan jalan tol.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-anies-agenda-perubahan-dan-tembak-mati-koruptor-9597
“Pengendara sepeda motor sudah berkali-kali celaka, ada yang terjatuh karena banyaknya lubang menganga dan kalau hujan seperti kubangan. Makanya kami tanami pohon dua pohon pisang pada bagian lobang, sekaligus sebagai rambu pengaman agar pengendara lebih hati-hati,” kata Durun di rumahnya yang tak jauh dari lokasi penanaman pohon, Kamis (2/2/2023).
Menurutnya, terdapat sejumlah lubang yang kedalamannya mencapai kurang lebih 20 cm dan jumlahnya mencapai puluhan, mulai dari sekitar Buk Renteng hingga pertigaan Padukuhan Kemusuh.
“Kalau kerusakan jalan sudah berlangsung sekitar satu tahun. Kalau setiap hari banyak dilewati kendaraan besar yang melintas jalan itu, seperti truk maupun truk tronton,” ungkap dia.
Hal senada dikatakan salah satu warga Banyurejo, Dwi Rian Sejati (26) dirinya berharap agar pihak terkait segera melakukan pembenahan agar tidak memakan korban.
“Kami berharap kerusakan jalan itu segera diperbaiki,” harap Rian.
Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga DPUP - ESDM DIY, Yohanes Wira Sasongko saat dikonfirmasi membenarkan bahwa ruas jalan tersebut merupakan salah satu bagian dari ruas Jalan Provinsi DIY, pihaknya tengah mempersiapkan upaya penanganan.
“Ini sedang kami koordinasikan dengan pihak pelaksana jalan Tol Jogja Bawen, untuk bersama-sama untuk mengatasi kondisi lubang yang ada,” jelas Wira.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-ada-togel-di-imogiri-tiga-pengepulnya-ditangkap-polisi-9593
Dikatakannya, ruas jalan tersebut merupakan bagian dari ruas terdampak langsung aktivitas pembangunan jalan tol. “Namun perlu dipahami juga bahwa lalu lintas kendaraan di situ tidak melulu akibat pembangunan jalan tol, tapi karena adanya lalu lintas kendaraan umum yang tonasenya melebihi kapasitas jalan tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, Humas PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), Danindra Ghuasmoro selalu pemrakarsa proyek Jalan Tol Jogja-Bawen saat dihubungi belum memberikan keterangan. (Opo)
