Yogyapos.com (SLEMAN) – Merasa terpanggil ikut berupaya meringankan beban korban gemba Cianjur Jawa Barat, warga Sendangadi melalui Pemerintah Kalurahan Sendangadi Mlati Sleman mengirimkan bantuan sembako dam uang.
Pengiriman bantuan tersebut dilakukan tim yang dilepas langsung oleh Panewu Mlati, Drs Arifin MLaws, di Halaman Kalurahan Sendangadi Mlati, Kamis (5/1/2023). Turut hadir di acara ini para perangkat Kalurahan serta Lurah Sendangadi Sugengno, yang sekaligus langsung memimpin rombongan menuju lokasi gempa di Kampung Naggreh Cianjur .
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-tingkatkan-kerjasama-danrem-kunjungi-kantor-bbwsso-9355
Sugengno meyampaikan program bantuan ini merupakan panggilan hati setelah melihat situasi saudara saudara kita di Cianjur begitu memprihatinkan sehingga pihaknya ingin mendonasikan bantuan ini dihimpun berasal dari seluruh perangkat Kalurahan serta warga Sendangadi yang peduli.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-tni-al-kirim-bantuan-bbm-dan-sembako-untuk-masyarakat-karimun-jawa-9363
Dikatakan, dari donasi tersebut telah terkumpul Rp 30 juta berasal dari seluruh perangkat kalurahan dan warga masyarakat. Kemudian sebagaian diwujudkan berupa sembako dan sebagaian berupa uang akan disampaikan kepada yang berhak menerima.
“Rombongan ini berjumlah tuju personel dari perangkat kalurahan serta dari Babinsa. Sebetulnya pengiriman bantuan ini akan didistribusikan sebelum akhir tahun namun karena melihat kondisi jalan macet baru sekarang dilaksanakan,” jelas Sugengno. Cara menghimpun donasi tersebut melalui padukuhan serta WA Grup.
BACa JUGA: https://yogyapos.com/berita-aliansi-aksi-sejuta-buruh-minta-presiden-cabut-perppu-cipta-kerja-9361
Sementara itu Panewu Mlati, Drs Arifin MLaws seusai melepas rombongan pada yogyapos.com mengatakan, dari Pemerintah Kapanewon mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemerintah Kalurahan Sendangadi yang telah mengumpulkan dana dari masyarakat kemudian menyalurkannya untuk korban gempa di Cianjur.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-ppk-di-sleman-terbentuk-kuota-30-persen-perempuan-terpenuhi-9351
“Tentunya ini merupakan sebagai ujud solidaritas sesama anak bangsa saling membantu, menyeport dan mendorong. Kita tidak pernah tahu dan pernah juga pengalaman di Yogya mengalami gempa sehingga sebagai manusia saling membantu,” ungkapnya. (Agung DP)
