Yogyapos.com (BANTUL) - Suasana perayaan hari raya Idul Adha di Gilangharjo, Pandak, Bantul, terasa lebih semarak dan berwarna pada Minggu (8/6/2025) bertepatan dengan malam 13 Dzulhijjah 1446 H. Untuk pertama kalinya, masyarakat Gilangharjo menggelar Festival Takbir Keliling yang sukses menarik perhatian ribuan warga.
Mengusung konsep pawai takbir yang dipadukan dengan atraksi budaya, busana adat, dan iringan musik, Festival Takbir Gilangharjo menjadi magnet baru dalam perayaan hari besar keagamaan di wilayah tersebut. Acara dimulai pukul 19.30 WIB, mengambil titik start di Lapangan Jodog dan berakhir di Lapangan Balai Kalurahan Gilangharjo dengan rute sepanjang 1,8 kilometer.
BACA JUGA: Dari Jurnalis ke Advokat dan Pensyiar Baitullah
Sebanyak tujuh kafilah dari berbagai wilayah di Kalurahan Gilangharjo turut ambil bagian dalam pawai ini. Mereka tampil memukau dengan berbagai kreasi hiasan kendaraan, kostum tradisional, serta lantunan takbir yang menggema sepanjang perjalanan. Gemerlap lampu hias berpadu harmonis dengan suasana religius menjadikan malam takbiran semakin syahdu dan semarak.

Festival ini digagas oleh Forum Komunikasi Masjid dan Musala Gilangharjo sebagai upaya mempererat tali silaturahmi sekaligus menghidupkan semangat kebersamaan warga melalui syiar Islam yang kreatif dan edukatif.
BACA JUGA: Wabup Sleman Apresiasi KB Raudhatul Atfhal
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, turut hadir dan menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya festival ini. Ia menilai kegiatan seperti ini penting untuk terus dilestarikan karena tidak hanya menjadi bagian dari perayaan keagamaan, namun juga wadah untuk menanamkan nilai-nilai kebudayaan dan sosial kepada masyarakat.
BACA JUGA: Kasus Dugaan Penganiayaan Seorang Santri di Ponpes Ora Aji Berujung Damai
"Kami berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang. Festival ini bukan hanya soal perayaan, tetapi juga mencerminkan kegotong-royongan dan kekompakan warga," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa semangat gotong-royong yang ditunjukkan para peserta merupakan cerminan nilai luhur masyarakat Gilangharjo. Persiapan yang dilakukan bersama-sama menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal kompetisi, melainkan juga tentang kolaborasi dan persaudaraan.
BACA JUGA: Kuasa Hukum Rektor UGM dan Kasmudjo Minta Hakim Tolak Permohonan Intervensi
Festival Takbir Gilangharjo 2025 menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dan penguatan nilai-nilai keislaman bisa berjalan beriringan. Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, acara ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan dan ikon baru perayaan Iduladha di Bantul. (Markaban Anwar)
