Viral 'Korban' Klitih, Berikut Pengakuan Pemuda Asal Tempel Ini

share on:
Penyelidikan dilakukan Kepolisian bersama yang bersangkutan sebelum akhirnya terkuak || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN)- Motif pemuda berinisial DS (22) mengaku menjadi korban kejahatan jalanan (klitih) di wilayah Kapanewon Turi, Sleman akhirnya terungkap. 

Pengakuan warga Dusun Gundengan Kidul, Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel ini hoaks. Ia mengaku menjadi korban klitih lantaran masalah keluarga. 

BACA JUGA: Truk Box Terguling di Jalan Pajajaran, Ini Penyebabnya

Sebelumnya, sempat terdapat postingan di sosial media X merapi_uncover dan IG merapi_uncover disertai narasi dan foto, menyatakan adanya korban klitih, nampak dalam foto pelaku mendapatkan perawatan medis di Puskesmas 1 Tempel. 

“[Breaking News| terjadi klitih di jl. turi (kepitu) jam 00.10 dini hari ini. korban orang tempel, pelaku klitih berjumlah 6 orang bersenjata clur”t semua. harap berhati hati, saat ini korban di korban dibawa ke puskesmas tempel.”

BACA JUGA: Habib Ja'far Al Jufri Pimpin Condongcatur Bersholawat, Diikuti Ratusan Jamaah

Peristiwa itu menjadi sorotan publik, pihak kepolisian pun bergegas melakukan penyelidikan dengan untuk mengungkap peristiwa tersebut. Kasusnya sempat ditangani penyidik Polsek Turi dan Polresta Sleman dan hasilnya pria yang mengaku korban klitih ini ternyata kibul. 

“Informasi tersebut adalah Hoax, karena peristiwa atau fakta sebenarnya pelaku menyayat sendiri tangannya karena permasalahan keluarga, bukan karena korban kejahatan jalanan,” kata Kasubdit Penmas Bidhumas Polda DIY, AKBP Verena Sri Wahyuningsih, Senin (10/3/2025). 

BACA JUGA: Presiden Prabowo: Pekerja dan Pengemudi Peroleh THR

Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun menambahkan, hasil pemeriksaan yang bersangkutan mempunyai permasalahan dengan keluarga lantaran cintanya tidak direstui

“Hingga pelaku ini nekat melukai diri sendiri,” jelas Salamun. 

BACA JUGA: Sepuluh Hari 10 Pencurian, Kapolres Bantul Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

Untuk mengantisipasi tindak kejahatan jalanan Polresta Sleman telah melakukan upaya mengerahkan pasukan di beberapa titik pos-pos stationer dan mobile patroli strong point, termasuk menyiapkan tutup kota jika terjadi tindakan kejahatan.

“Kami tidak akan mentolelir pelaku kejahatan apapun di wilayah Kabupaten Sleman dan akan kami tindak tegas,” tukasnya. 

BACA JUGA: Sensasi Bacem Cingur Kotagede, Dijamin Lezat dan Sehat

Carik Kalurahan Margorejo, Ariyanto Wibowo SH, akhirnya buka suara terkait peristiwa itu, dirinya mengakui bahwa pemuda yang viral tersebut tercatat sebagai warga Dusun Gundengan. Latar belakangnya soal keluarga. 

“Benar yang bersangkutan warga kami Dusun Gundengan,” jelas Ariyanto.

BACA JUGA: Bakoel Laptop Jogja Berbagi Takjil bagi Mahasiswa dan Lansia di Kawasan UGM

Pihaknya bersama pihak terkait mengambil langkah upaya pembinaan disertai pernyataan tertulis untuk tidak akan mengulangi lagi. 

“Kita lakukan pembinaan, kepada pelaku, diketahui Bhabinkamtibmas dan Jogoboyo,” ujarnya.

Sementara itu, pelaku melalui video yang dikirimkan kepada yogyapos.com, sembari membaca surat pernyataan yang dibuat, dirinya mengakui perbuatannya. 

BACA JUGA: Sekjen Partai Komunis Vietnam Tiba di Indonesia, Ini Agendanya

“Peristiwa yang saya alami sebagaimana pemberitaan media sosial merapi_uncover adalah tidak benar, yang terjadi adalah luka pada kedua tangan saya dan goresan pada leher adalah bentuk sayatan yang saya lakukan sendiri dikarenakan permasalahan keluarga yang saya hadapi. Bukan karena pelaku tindak pidana kejahatan jalanan,” sebutnya. (Opo)


share on: