Verakey Tak Kenal Dampak Pandemi dalam Bisnis Boneka

share on:
Verakey diantara boneka-boneka hasil kreasinya || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Banyak orang menyatakan dampak pandemi Covid-19 menimpa seluruh sektor usaha. Tapi nyatanya tidak demikian dengan yang dialami Verakey (35) warga Perumahan Griya Kunden Astini Combongan Kalurahan Jambidan Kapanewom Banguntapan Bantul.

Wanita gesit ini justru bisa dibilang memperoleh rezeki melimpah di saat pendemi Covid-19 lantaran skil (keterampilan) yang dimilikinya dalam membuat boneka. Dari bisnis membuat, reparasi, rias dan desainer pakaian boneka itulah ia bisa meraih rezeki cukup lumayan.

“Kebetulan saya banyak memperoleh order bahkan seringkali terpaksa

menolak pesanan karena sudah full order (kelebihan konsumen). Para konsumen yang meliputi membeli, merias, mereparasi dan memesan desain pakain boneka,” tutur Verakey, sambil tersenyum gembira saat ngong kepada yogyapos.com, di rumah yang sekaligus dijadikan tempat usahanya, Perumahan Griya Kunden Jambidan Banguntapan Bantul, Selasa (29/3/2021).

Dengan wajah berseri sambil menggendong boneka favorit para konsumen dan memperlihatkan ratusan bobekanya, ia mengungkapkan bahwa para konsumen mayoritas dari luar negeri diantaranya Malaysia dan Philipina .

“Jujur, saya katakan harga dan tarif penjualan, reparasi, merias dan pembuatan pakaian boneka minimal Rp 200 ribu. Bahkan hingga jutaan rupiah per unit /per stelnya. Minat konsumen terhadap boneka cukup tinggi, ini merupakan peluang bisnis yang bagus,” lanjut Verakey.

Verakey merasa kagum dan gembira terhadap diri sendiri atas keterampilannya di bidang perbonekaan yang sanggup mendatangkan uang, termasuk selama masa pandemi Covid-19.

Dalam memasarkan boneka hasil karyanya, wanita supel ini melakukannya melalui online medsos, terutama instagram. Alhasil konsumen banyak yang tahu dan berminat membeli, merepasikan, meriaskan dan berpesan pakaian boneka.

“Saya awalnya hanya suka melukis. Kemudian coba-coba membikin boneka berbahan sejumlah kain dan spon. Mendesain pakaian boneka juga. Semua dilakukan otodidak, ternyata diminati pecinta boneka. Sehingga sampai sekarang ketagihan dan bertekad membesarkan bisnis boneka ini,” pungkasnya. (Supardi)


share on: