Yogyapos.com (SLEMAN) - Ada sebuah peristiwa bersejarah di Yogyakarta yang luput diperhatikan banyak orang. Pada 26 Oktober sampai 16 Nopember 1959 digelar Konferensi Colombo Plan di Gedung Pantja Dharma Sekip UGM. Sebuah peristiwa yang mengangkat peran Yogyakarta dalam konfigurasi dunia terlaksana berkat kepiawaian Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Rektor UGM Prof Dr Sardjito.
BACA JUGA: Berkas Perkara Panji Gumilang Dinyatakan Lengkap P21
Terkait peringatan Tumbuk Ageng (64 Tahun) Konferensi Colombo Plan itu, digelar sebuah seminar yang mengangkat tema Pesan Yogyakarta untuk Kemandirian dan Kemajuan Bangsa. Seminar digelar oleh Keluarga Alumni Sejarah Universitas Gadjah Mada (KASAGAMA) bekerja sama dengan STIE Pariwisata API Yogyakarta pada 11 Nopember 2023 di Museum Sonobudaya Yogyakarta.
BACA JUGA: Eksekusi Tanah di Jalan Bener, Mulatsih Peroleh Kembali Haknya Setelah Lebih Sepuluh Tahun Berjuang
“Peringatan ini sangat penting dilakukan, selain untuk mengangkat peristiwa sejarah yang monumental, juga mendekatkan generasi muda pada jejak sejarah. Gedung Pantja Dharma atau sekarang Sekolah Vokasi UGM telah menjadi bangunan cagar budaya. Di sisi timur UNY juga ada Kompleks Colombo. Tetapi banyak masyarakat yang tidak mengetahuinya,” tandas Wahjudi Djaja SS MPd, Ketum KASAGAMA kepada yogyapos.com, Jumat (26/10/2023).
Sementara itu Dwi Adwan selaku Ketua Panitia Seminar menambahkan, momen ini dilaksanakan sebagai tanggung jawab moral mahasiswa STIE Pariwisata API Yogyakarta.
BACA JUGA: Tersangka Pencuri Kamera di Gedung DPR Sleman itu Oknum Wartawan, Kini Ditahan
“Acara ini untuk menumbuhkan kembali semangat juang dan memberikan motivasi kepada generasi muda untuk turut ikut serta dalam pengembangan sumber daya manusia, memperkuat dan memajukan pembangunan dalam bidang ekonomi dan sosial,” jelasnya.
Sekolah Vokasi UGM tempat Konferensi Colombo Plan 1959 || YP-Ist
Panitia yang terlibat dalam seminar ini, lanjutnya, adalah para mahasiswa STIE Pariwisata API Yogyakarta yang mengikuti matakuliah Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
BACA JUGA: UAJY Jadi Tuan Rumah Liga Mahasiswa Basket Indonesia 2023
“Kami tentu sangat mendukung para mahasiswa yang gerak cepat mengambil momentum penting ini. Mereka bisa belajar secara langsung bagaimana cara mengorganisir kegiatan yang amat penting bagi sejarah Indonesia ini,” kata Rina Kuswardani SE, selaku dosen MICE.
Seminar sejarah ini mengundang para generasi muda mulai dari SMA/K atau MA hingga mahasiswa Jurusan Sejarah. Rencananya dibuka dengan keynote speaker Dr Abdul Wahid MPhil (Ketua Departemen Sejarah FIB UGM). Tercatat sebagai narasumber adalah Aloysius Gilang Andretti (peneliti dan penulis sejarah Konferensi Colombo Plan) dan Muslichah AMD SIP (peneliti Arsip UGM) dengan moderator Titi Susanti SS MA (Dosen Prodi Kearsipan SV UGM). (Iud)
