TPS Go Sari Sukses Mengolah Sampah, Setiap Bulan Peroleh Hasil Rp 7 Juta

share on:
Sampah-sampah yang siap dipilah dan diolah oleh TPS 3 R Go Sari || YP-Supardi

Yogyapos.cm (BANTUL) Prihatin kondisi persampahan di lingkungan yang tidak tertangani secara baik, menginspirasi Pemerintah Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Bantul, merealisasikan pengelolaan sampah secara mandiri sejak 2019. 

Berkat langkah kreatif bernilai ekonomi ini, Pemdes Guwosari melalui Bumdes Tempat Pembuangan Sampah 3R (TPS 3R) setiap bulan sanggup menangguk keuntungan Rp 7 juta. 

“Keuntunga sebesar itu akan kami pertahankan bahkan ditingkatkan,” kata Plt Direktur BUMdes Tempat Pembuangan Sampah 3R (TPS 3R) di Dusun Bungsing (utara Lembaga Pemasyarakat Pajangan), Muhammad Iqbal, baru-baru ini.

Usaha ini, jelas dia, mulai beroperasi Desember 2019. Pada 2021 lalu pihaknya sudah tidak membuang sampah ke TPST Piyungan. Semua diolah Bumdes. “Dari 1.4000-an pelanggan yang menggunakan jasanya, TPS ‘Go Sari’ setiap harinya menerima sebanyak dua ton sampah rumah tangga yang kemudian dipilah serta diolah. 

Sampah kering laku jual disendirikan. Sampah basah dijadikan pupuk kompos dan pakan peternakan maggot. Sisa (residu) yang tidak bisa diolah atau digunakan kembali seperti masker dan pampers dibakar dalam mesin insenerator ramah lingkungan.

“Secara ekonomi, bulan kemarin laba bersih kita sebesar Rp 4 juta pada bulan ini diestimasi masuk Rp 7 juta. Jika semua sampah warga se-Guwosari kita olah, maka ada peluang pemasukkan hingga Rp 50 juta per bulan. Saat ini baru 30 persen sampah yang kita kelola,” jelas Iqbal.

Dijelaskan, kendala terbesar yang selalu dihadapi pihaknya adalah kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memilah dan mengolah. Maka banyak sampah yang dibakar sia-sia. Harapannua ada keterlibatan aktif langsung pelanggan memilah sampah sebelum dibuang.

Maka programnya diperlukan pelatihan pemilahan sampah bagi warga akhir bulan ini. Terbuka bagi siapa saja, selama kuota mencukupi.

Sementara itu, Kepala Desa Guwosari, Masduki menyatakan tujuan utama berdirinya TPS 3R ‘Go Sari’ adalah untuk menangani sampah warga desa agar tidak menambah beban TPST Piyungan. Ini juga sebagai persiapan beroperasinya Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga beberapa tahun lagi.

“Semula desa masih memberikan subsidi, namun sekarang tidak lagi. Ini berkat kerja keras dan upaya pembelajaran terus menerus yang dilakukan pengelola,” katanya. 

Lurah termuda di Bantul ini juga mengajak para pengelola bank maupun usaha lapak pemungut sampah di desanya bisa memanfaatkan TPS 3R dibandingkan membuang di Piyungan. Pihaknya membebaskan pelapak melakukan pemilahan untuk dijual dan sisanya diserahkan ke ‘Go Sari’.

“Kami juga tengah memetakan potensi sampah di setiap dusun sampai RT. Dengan data ini maka pemanfaatan sampah lebih optimal,” tambahnya. 

Mengolah sampah, kata dia, membutuhkan semangat kebersamaan mulai dari atas sampai bawah. Jangan sekedar sampah menjadi ‘gimmick. Membentuk sistem pengelolaan sampah yang baikmenurutnya tidak hanya dari kesiapan penyediaan infrastruktur seperti tempat maupun armada. Namun juga harus asa dukungan infrastruktur  agar warga lainnya tidak terdampak pengolahan sampah. (Spd)

 


share on: