Tingkatkan Kemampuan Menulis, Tim PPID dan Humas BBVet Ikuti DJO-PR

share on:
Peserta diklat jurnalistik online || YP-Ist

Yogyapos.com (JAKARTA) - Sebelas orang anggota Tim Pejabat Pengelola Informasi Dokumentasi (PPID) dan Humas Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Yogyakarta mengikuti Diklat Jurnalistik Online Paska Ramadan (DJO-PR), melalui fasilitas jaringan WhatsApp Group. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Unit PPID dan Humas BBVet Wates bekerjasama dengan Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Diklat jurnalistik online dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 27-29 Mei 2020, pukul 09.30-12.30 WIB setiap harinya.

Penyelenggara menghadirkan narasumber Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke SPd MSc MA. Sedangkan materi diklat meliputi empat hal pokok yaitu: Dasar-dasar Bahasa Indonesia, Cara Praktis Membuat Artikel/Berita, Editing atau Penyuntingan Artikel, dan Cara Praktis Mengunggah Berita di Media Online.

Menurut pemrakarsa kegiatan sekaligus Ketua Tim PPID dan Humas BBVet Wates, drh Basuki Rochmat Suryanto, tujuan utama pelaksanaan diklat jurnalistik adalah agar anggota Tim PPID dan Humas BBVet Wates mampu menulis berita dan membuat press release.

“Kami berharap, melalui kegiatan diklat jurnalistik online ini para peserta bisa meningkatkan kemampuannya menulis berita dan membuat press release,” kata Basuki dalam rilis yang diterima yogyapos.com, Kamis (28/5/2020) pagi.

Melalui diklat ini pula, tambah Basuki, setiap personil PPID dan Humas BBVet Wates diharapkan dapat berkontribusi aktif terhadap penulisan berita yang akan disampaikan kepada masyarakat.

Pada hari pertama, para peserta diklat dibimbing untuk memahami sekaligus mampu membuat kalimat-kalimat berita menggunakan pola kalimat sesuai kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Setiap kalimat berita harus ditulis dengan pola SPOK (Subyek-Predikat-Obyek-Keterangan, red). Judul berita dan seluruh paragraf tulisan kita, pola kalimatnya harus jelas subyek, predikat, obyek, keterangan, dan seterusnya,” terang Wilson yang sudah melatih ribuan warga masyarakat non wartawan.

Menurutnya, jika pola kalimat dalam satu tulisan tidak jelas struktur SPOK-nya, maka pesan yang ingin disampaikan ke masyarakat tak akan dapat diterima dengan baik dan tepat.

"Pola kalimat dengan rumus SPOK ini sangat penting dan wajib dipatuhi supaya pesan yang ingin disampaikan jelas maknanya. Pembaca bisa mudah memahami apa yang ingin kita sampaikan kepada mereka,” jelas alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012.

Basuki, sebagai salah satu peserta diklat mengatakan dirinya sangat senang dan bangga mengikuti pelatihan ini.

"Saya sangat bangga mengikuti diklat jurnalistik online ini. Saya juga berharap teman-teman mengikuti diklat dengan baik sehingga mampu meningkatkan kualitas dirinya terkait reportase maupun pembuatan berita secara cepat, tepat, dan benar," ucap Basuki pada media.

Senada seperti Basuki, peserta diklat lainnya, Hapsari, menyatakan dirinya amat bersemangat mengikuti diklat jurnalistik online ini.

“Sangat menarik dan saya sangat bersemangat mengikutinya. Semoga pelatihan ini bisa menambah ilmu dalam menulis berita yang baik dan benar serta membawa kemajuan bagi PPID dan Humas BBVet Wates khususnya,” ungkap Hapsari.

Tim Humas BBVet Wates mempunyai agenda rutin berupa peningkatan kualitas personal yang dilaksanakan secara berkala setiap tahun. Tahun ini, pelatihan direncanakan bersinergi dengan program Diklat Jurnalistik Online Ramadhan 1441 H dari PPWI Nasional. Namun, karena berbagai hambatan akhirnya diundur dan baru terlaksana sekarang.

Peserta diklat terdiri dari staf laboratorium, sekretaris, medik madya, staf logistik balai, petugas keamanan, staf tata usaha, petugas perpustakaan, serta paramedik veteriner. Mereka tergabung menjadi satu Tim Humas BBVet Wates.

Diklat hari berikutnya menyampaikan materi Editing atau Penyuntingan Artikel dan rencananya  berlangsung via aplikasi Zoom. Sesi ini dipastikan bakal lebih seru dan menarik. (*/Muf)


share on: