Tim Pengacara Terdakwa Sate Beracun Nilai Dakwaan Jaksa Kabur

share on:
Sidang kasus sate beracun agenda pembacaan eksepsi tim pengacara terdakwa, di PN Bantul, Senin (27/92021) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Tim pengacara terdakwa kasus sate beracun, NA (25) yang menewaskan NFP (10), memohon kepada hakim agar tidak menerima dakwaan jaksa. Sebab dakwaan tidak cermat mengenai tempat kejadian peristiwa (locus delicti) maupun waktu kejadian peristiwa (tempus delicti).

Penegasan tersebut disampaikan tim pengacara terdakwa terdiri R Anwar Ary Widodo SH, Fajar Mulia SH, Hamzal Wahyudin SH dan Wanda Satria Atmaja SH dalam sidang lanjutan di PN Bantul, Senin (27/9/2021).

“Dakwaan jaksa kabur (obscuur libel), membingungkan (confuse), dan Menyesatkan (mishendling) sehingga mohon tidak diterima,” ujar tim pengacara melalui eksepsi yang dibacakan bergantian.

Kepada majelis hakim diketuai Aminuddin SH, tim pengacara menguraikan antara lain mengenai rangkaian perbuatan dilakukan terdakwa bukan di wilayah Bantul, melainkan di Yogyakarta, yaitu sejak awal memesan sate maupun kemudian mencampurkan sianida, bahkan tempat sate tersebut dipesan dan diserahkan kepada Bandiman. Di sisi lain lorban juga meninggal di RS Wirosaban Kota Yogyakarta. Semua itu terjadi di Yogyakarta. Demikian pula 17 saksi yang diperiksa, termasuk saksi ahli, mayoritas berkedudukan di Yogyakarta.

Sebab itu, tandas tim pengacara, menyangkut kompetensi maka PN Bantul tidak berwenang mengadli terdakwa. Kasus yang menyeret terdakwa ini masuk yurisdiksi Pengadilan Negeri Yogya.

Mengenai tempus delicti, tim pengacara menyatakan dalam kasus ini korban meninggal akibat keracunan yang tentu saja menggunakan alat yaitu sianida. Permulaan perbuatan pidana menggunakan alat itu, apakah dilakukan saat terdakwa memulai pesan sianida tanggal 14 Juni 2020 atau tanggal 28 Maret 2021.

“Dakwaan jaksa membingungkan, sehingga harus dinyatakan tidak bisa diterima,” tegas tim pengacara. (Spd/Met)

 


share on: