Tiga Remaja Diduga 'Klithih' Diamankan di Mapolsek Sedayu

share on:
Kapolsek Sedayu tengah menunjukkan tersangka dan barang buktinya, Kamis (21/1/2021) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Diduga melakukan klithih (geng jalanan), tiga remaja beserta barang buktinya satu diantaranya senjata tajam clurit diamankan warga dan diserahkan ke Polsek Sedayu. Mereka masing- masing Os (17) warga Kasihan Bantul, Yp (22) asal Gamping Sleman dan Kw (23) warga Tlogoadi Bantul.

Kapolsek Sedayu, Kompol Ardi Hartana SH MH MM membenarkan penangkapan terduga klitih tersebut. Mereka ditahan dan tengah diperiksa lebih lanjut. “Mereka masih kami periksa intensif,” ujar Kompol Ardi Hartana didampingi Kanit Satreskrim polsek ini, AKP Muji Suharjo SH kepada awak media, di Mapolsek Sedayu, Kamis (21/1/2021).

Ardi mengungkapkan, kronologi penangkapan ketiga remaja itu pada Rabu (20/1) Pukul 19.00. Mereka ketika itu sedang minum minuman keras di rumah Yk di Gamping. Dilanjutkan pesta miras di rumah Ok di Kasihan Bantul. Pada saat mereka sambil minum bersama membicarakan bahwa Yp pernah menjadi sasaran aksi pembacokan oleh gank tertentu. 

Mendengar certa demikian, maka Os mengambil clurit dan bertiga mencari orang yang pernah akan membacok itu di Gamping. Namun tak menemukan orang yang dicarinya, tapi sempat berpapasan dengan seorang Ismoyo dan melempar botol berisikan minuman keras ke arah yang bersangkutan.     

Merasa diri dilempar botol berisi miras, Ismoyo langsung mengejar mereka  yang mencoba kabur berboncengan bertiga menggunakan sepeda motor Vario Sesampainya di wiayah hukum Polsek Sedayu, dengan dibantu oleh sejumlah warga berhasil menangkap ketiganya.

“Setelah digeledah dari ketiga orang itu berhasil ditemukan sebuah clurit. Ketiga orang tersebut berserta cluritnnya kemudian diamankan di Posek Sedayu. Hingga kini polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini,” kata Ardi.

Menurutnya, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebuah clurit dan sebuah sepeda motor jenis Vario dari ketiga tersangka.

Kasus ini akan diproseses sesuai dengan hukum yang berlaku. Tersangka bisa dipersalahkan melanggar pqlasal 2 ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan hukuman selama lamanya sepuluh tahun. Selain itu juga dikenakan pasal 169 KUHP. (Supardi)

 

 

 

 


share on: