Tiga Pedagang Jadi Korban Pasutri Pengedar Upal

share on:
Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti uang palsu || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Sepasang suami istri, HDW (25) dan HDp (26) warga Trirenggo Bantul berhasil diringkus aparat Polsek Jetis karena mengedarkan uang palsu (upal). Keuanya kini tetap ditahap dan menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. 

Kanit Reskrim Polsek Jetis bantul, Ipda Yuwana SH MH membenarkan pengungkapan kasus ini menyusul laporan dari korban sesuai Surat lapor Nomor LP/20/V/2021/DIY/RES.BTL/SEK.JTS tanggal 19 Mei 2021. Kronologi kejadiannya pada hari Rabu (19/5) sekitar pukul 10.00 wib, HDp datang ke berbelanja menggunakan uang palsu sebanyak 4 lembar, di Pasar Barongan Bantul. Ia membeli empat ekor ikan bandeng seharga Rp 20.000 dan membayar dengan pecahan uang nominal Rp 50.000 palsu tapi mendapatkan uang kembalian asli. Selanjutnya tersangka  membeli seikat bayam dengan uang palsu nominal Rp 20.000. Selanjutnya ia berbelanja pada pedagang ketiga berupa keperluan dapur dan membayar dengan nominal Rp 50.000 palsu. Ia juga berbelanja pada pedagang ke empat untuk keperluan dapur mempergunakan uang palsu nominal Rp 50.000, . 

Sesaat kemudian sejumlah pedagang terkejut karena uang yang diperolehnya dari HDp ternyata palsu. Kasus ini pun segera dilaporkan ke kepolsian, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyeliidikan berikut penangkapan tersangka.

“Setelah di lakukan pemeriksaan diketahui uang palsu tersebut didapat oleh tersangka satu dari suaminya. Dari pengakuan tersangka  dua uang tersebut di beli dari marketplace facebook, bahwa uang palsu tersebut di beli dengan harga Rp 200.000 dan mendapatkan uang palsu nominal 50.000 sebanyak 9 lembar, pecahan nominal Rp 5.000 sebanyak 4 lembar, pecahan nominal Rp 20.000 sebanyak 5 lembar,” terang Ipda Yuwana, Selasa (25/2021).

Menurut keterangan tersangka dua, sebagian uang palsu tersebut telah di buang di sepanjang jalan dekat SMA 3 Bantul dan menurut keterangan tersangka satu bahwa uang palsu pecahan rP 50.000 sebanyak 3 lembar telah dipergunakan untuk berbelanja pakaian bekas di Alun-alun utara.

Para pedagang yang menjadi korban dalam kejahatan ini Dj (74) warga Tanjung lor Patalan Jetis Bantul. Ia pedagang ikan bandeng menerima pembayaran dengan uang palsu Rp 50.000

Polisi juga telah meminta keterangan kepada para saksi yang juga selaku pedagang. Yaitu  NG (57) asal Siluk II Selopamioro Imogiri Bantul, Jn (63) asal Karangtalun Imogiri dan MG (50) asal Cemplok Mangunan Dlingo Bantul pedagang yang keempat dibayar dengan nominal Rp 50.000.

“Tersangka dijerat Pasal 26 ayat (2), ayat (3) UU RI No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan Pasal 36 ayat (2) ayat (3) UU RI No 7 Tahun 2011  yaitu setiap orang yang menyimpan secara fisik dengan cara apa pun yang diketahuinya merupakan rupiah lalsu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda. (Spd)

 

 

 


share on: