Tiga 'Oknum Wartawan' Ditahan di Mapolres Bantul, Diduga Memeras Rp 51 Juta

share on:
Kapolres bantul AKBP Wachyu Tri Budi S menunjukkan tersangka dan barang bukti di Mapolres setempat, Rabu (13/1/2021) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Tiga lelaki masing-masing PH (48), Bsm (46) dan An (52) yang mengaku wartawan dan diduga memeras seorang PNS, akhirnya ditangkap dan ditahan di Mapolres Bantul.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi S didampingi Kasatreskrim AKP Ngadi mengungkapkan, penangkapan ketiga tersangka mengaku asal Wonosari tapi berKTP luar Jawa itu dilakukan menyusul laporan korban yang mengaku dimintai uang. Modus pemerasan dengan cara menuduh korban, Supriadi (48) sebagai PNS, warga Bambanglipuro, telah berselingkuh dengan perempuan. Pelaku kemudian mengancam akan menyebarluaskannya melalui media massa.

“Aksi pemerasan dilakukan pada Kamis 7 Januari 2021 Pukul 15.00 WIB di Tangkilan Sumbermulyo Bambanglipiro Bantul,” kata Kapolres.

Dijelaskan, karena korban merasa takut bahwa perbuatannya akan diposting di media massa, maka ia memenuhi permintaan pelaku memberikan uang Rp 1.900.000. Selain itu pada 8 Januari 2021 korban mengirim uang melalui tranfer rekening sebanyak Rp 30 juta kepada pelaku. Pada 12 Januari 2021 korban juga mentransfer lagi sebanyak Rp 20 juta. Kemudian pelaku masih minta ditranfer lagi Rp 50 juta. Kali ini korban tidak menurutinya karena sudah mengalami kerugian Rp 51.900.000.

Kejadian itu kemudian oleh korban dilaporkan ke Kepolsian. Polisi melacak beradaan para pelaku. Kemudian berhasil mengamankan dan menyidik ketiga pelaku di daerah Gunungkidul pada 13 Januari.

“Kami juga sudah meminta keterangan kepada sejumlah saksi. Selain itu telah mengamankan beberapa barang bukti terkait dengan kejahatan itu. Diantaranya satu unit Avansa yang digunakan oleh para pelaku, satu buah buku tabungan Bank Mandiri, satu sumber slip setoran, satu surat tugas pelaku, satu idcard wartawan, satu buah cincin dan satu buah hand phone,” papa Kapolres.

Tersangka yang dijerat Pasal 368 KUHP ini akan diperiksa intensif, termasuk kemungkinan melakukan tindakan yang sama di tempat lain. (Supardi)


share on: