Terjadi Penurunan, Kemiskinan Ektrem di Bantul 23.300 Jiwa

share on:

Yogyapos.com (BANTUL) - Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo menyatakan, Pemkab dari waktu ke waktu selalu berupaya keras menanggulangi kemiskinan ekstrem. Sehingga pada 2024 persoalan tersebut teratasi secara tuntas sesuai harapan Presiden Joko Widodo.

Berbagai upaya pun dilakukan untuk mencapai target penyelesaian kemiskinan ekstrem dengan mengerahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun Panewu, Lurah dan Dukuh menggulirkan berbagai program dan bantuan (stimulus) perekonomian.       

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kasrem-072pmk-terima-kunjungan-kabiro-bina-pemberdayaan-masyarakat-pemda-diy-9573

“Yang telah dan akan dilakukan di Bantul oleh seluruh OPD, Panewu, Lurah dan Dukuh melalui bermacam bantuan sosial (bansos) antara lain proyek padat karya, perikanan dan lainnya,” kata Joko Punomo, usai memimpin rapat penanggulangan kemiskinan, di Bantul, Senin (30/1/2023).

Menurutnya, kriteria kemiskin ekstrem diantaranya tidak mampu makan tiga kali sehari, tidak mempunyai rumah layak huni dan tinggalnya tidak menetap. Selain itu juga tidak mempunyai pekerjaan dan anak-anaknya tidak bersekolah karena kesulitan biaya.

Berdasarkan data, jumlah kemiskinan ekstrem di Bantul pada dua bulan tekrahir sekitar 120.000 jiwa. Setelah dilakukan pendataan kembali oleh seluruh OPD, lurah, panewu dan dukuh menunjukan penurunan 24.594 jiwa. Jumlah tersebut ada yang telah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) - Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan ada yang tidak.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-danang-berharap-semua-kalurahan-lakukan-pengelolaan-dokumen-dan-informasi-hukum-terpadu-9571

“Maka Bantul juga secepatnya akan memenuhi kewajiban mengirimkan dan melaporkan data itu ke Gubernur DIY yang isinya jumlah kemiskinannya sebanyak 24.594 jiwa dan yang masuk DTKS sebanyak 23.300 jiwa,” tandas Joko.

Data tersebut juga akan dicermati dengan seksama agar valid dan untuk mengantisipasi tumpang tindih sasaran bantuan sosial. Sehingga bantuan yang digelontorkan pemerintah tepat sasaran. (Spd)

 


share on: