Terdampak Pandemi, ABRY Tetap Jaga Kualitas Produk dan Pengerjaan

share on:
Silaturahmi dan rakor ABRY bertekad eksis pertahankan kualitas || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Meskipun sempat lesu akibat terdampak pandemi Covid-19, tetapi Asosiasi Baja Ringan Yogyakarta (ABRY) bertekad menggeliat kembali di masa mendatang. Seluruh anggotanya tetap mempertahankan kualitas dan menggenjot pemasaran.

“Kami terus bertahan, bahkan bangkit melakukan banyak hal antara lain tetap menjaga kualitas baja ringan yang dipasarkan, kualitas skill tenaga pemasang dan merasionalisasi harga baja ringan yang dipasarkan,” ungkap Ketua ABRY, Aris Sakti, saat rapat silarurahmi dan koordinasi, di Bantul, Kamis (22/4/2021) petang.

Dijelaskan, kondisi dan situasi menyusahkan seperti itu ada beberapa penyebabnya. Pertama para pelaku jasa konstruksi (rekanan) yang biasa mempergunakan jasa para kontruksi baja ringan banyak yang terpaksa tidak mempergunakan. Karena para jasa kontruksi (rekanan) tidak mendapatkan alokasi garapan proyek dari pemerintah.

Pemerintah terpaksa meniadakan program pembangunan infrastruktur (fisik) kecuali yang berkaitan dengan kebencanaan. Hal ini karena anggaran pemerintah banyak yang dialihkan ke pemberantasan  Covid-19.     

“Maka kami bertekad aktif inovatif dan kreatif untuk menggliat dengan tetap menjaga kualitas barang dan pelayanan,” tambah Aris.

Menjawab pertanyaan tentang kendala lainnya, Aris juga selaku pengelola PT Sakti Intimegah Pratama, mengatakan banyak tenaga kerja atau tukang yang sebenarnya tidak atau kurang menguasi tehnik pemasangan baja ringan justru megerjakan pekerjaan itu dengan menyalahi tekniknya.

Sehingga meskipun kuliatas baja ringan yang digunakan bagus dan standar, namun menyebabkan bangunan/kontruksi baja ringan menjadi kurang memenuhi ketentuan dan cepat rusak atau roboh dan lainnya.

Oleh karena itu diharapkan konsumen agar tetap pinter dan jangan hanya mengejar harga murah. Tetapi juga mempertimbangkan  kualitas bahan baja dan tehnik pemasangannya. Tujuannya keawaten bangunan baja ringan bisa tetap terjaga.

Acara koordinasi dan silarurahmi dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama, serta diskusi. (Supardi)

 

 

 

 


share on: