Terdakwa Penggelapan Tas Minta Bebas, Pengacara Nyatakan Jaksa Tak Dapat Buktikan Dakwaan

share on:
Tim pengacara terdakwa saat memberikan keterangan kepada awak media || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) – Terdakwa kasus penggelapan tas mewah senilai Rp 12,5 miliar, Devi Haosana meminta majelis hakim membebaskan dirinya dari segala dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum.

Permintaan terdakwa itu disampaikan pengacaranya, Sandy Batara SH, melalui pledoi (pembelaan) yang dibacakan dalam sidang lanjutan oleh hakim Ketua Kun Triharyanto Wibowo SH, di Pengadilan Negeri Sleman, Senin (26/9/2022).

Sandy mengungkapkan, sesuai fakta persidangan tak ada satu pun saksi yang menyatakan mengetahu terjadi penggelapan tas. Bahkan dalam surat tuntutan jaksa pun hanya mendasarkan asumsi bahwa telah terjadi peralihan barang (tas) dari reseller kepada Angela dan Angela kepada Devi.

“Tak ada saksi yang melihat mengenai tas yang ditukar. Barang bukti itu telah berada di tempat aman yaitu Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara atau Rupbasan sesuai aturan negara,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Devi Haosana adalah pengusaha tas mewah. Ia dijadikan terdakwa gara-gara ulah selegram Angela Charlie (Angela Lee), yang mengubah keterangan tentang ketidakotentikan barang bukti puluhan tas senilai Rp 12,150 miliar.

Peristiwanya bermula pada 2018, Angela Lee divonis 9 bulan penjara oleh majelis hakim PN Sleman karena terbukti melakukan penipuan dan penggelapan dalam kerjasama bisnis dengan Santoso Tandyo. Uang modal dari Santoso ini diantaranya dialihkan untuk membeli tas mewah senilai Rp 12,150 dari Devi yang kemudian disita sebagai barang bukti.

Vonis terhadap Angela Lee ini dinyatakan inkrach atau telah memiliki kekuatan hukum tetap, dimana yang bersangkutan pun menjalani hukumannya. Namun belakangan ia berulah mengubah keterangan bahwa barang bukti tersebut palsu. Dari keterangan Angela Lee inilah yang menyebabkan Devi jadi terdakwa karena diduga memalsu barang bukti tas yang pernah dibeli Angela.

Namun menurut Sandy, dakwaan maupun tuntutan jaksa Arief Muda Darmanta SH tersebut tidak mendasarkan fakta yang sebenarnya. Tak seorang pun saksi jika Devi menukar tas-tas tersebut, apalagi tas-tas tersebut semula tersimpan di Rupbasan Yogyakarta. Ketika perkara Angela Lee inckrach pun sudah dilakukan serah terima. Itu artinya sudah tidak ada masalah. “Tapi kenapa belakangan tas-tas itu dinyatakan palsu. Kalau memang palsu, lantas siapa yang memalsu. Kenapa justru klien kami yang didakwa memalsu,” tukas Sandy didampingi anggota timnya Ade Haosana SH MH dan Caesar J Pellokila SH usai sidang. (Met)


share on: