Terdakwa Pengemplang Pajak Bantah Tuntutan Jaksa

share on:
Advokat Boma Aryo Nugroho SH MKn saat membacakan pledoi, di PN Sleman, Kamis (27/5/2021) || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Terdakwa kasus penggelapan pajak melalui tim pengacaranya, Boma Aryo Nugroho SH MKn dan Dr (c) Agung P Ariyanto SH Mhli dari Litigant & Co.Litigant Lawfirm , membantah tuduhan jaksa Anton Don Arius Halyman SH. Bantahan tersebut disampaikan dalam sidang lanjutan oleh majelis hakim diketuai Rosihan Jariah SH MH, di Pengadilan Negeri Sleman, Kamis (27/5/2021).

Jaksa dalam tuntutan menyimpulkan akibat tindak pidana dibidang perpajakan yang dilakukan terdakwa melalui PT Gunung Samudera Tirto Mas menimbulkan kerugian Pendapatan Negara masa Januari tahun 2017 s.d Mei tahun 2018 Rp 4.314.671.239 (empat miliar  tiga ratus empat belas juta enam ratus tuju satu ribu dua ratus tiga puluh sembilan rupiah).

“Kami tidak sependapat dengan apa yang didaakwakan dan ditutu jaksa. Penghitungan jaksa tidak benar, kabur antara dakwaan dan tuntutanbtersebut,” tegas Boma.

Menurut dia nominal yang benar adalah Rp 469.890.239.10 (Enam ratus juta Enam puluh sembilan juta delapan ratus sembilan puluh ribu dua ratus tiga puluh sembilan rupiah). Hitungan ini diperkuat dengan penghitungan ahli yang telah menghitung kerugian pada pendapat negara untuk jenis Pajak Penambahan Nilai(PPN) pada Januari 2017 sampai dengan Mei 2018 yang dicantumkan pada dakwaan oleh Penuntut Umum dengan menggunakan  pedoman Pengkreditan 80 persen.

Berdasarkan uraian diatas dengan memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku, naka pihaknya memohon pada Majelis Hakim PN Sleman yang mengadili perkara ini, menerima nota pembelaan (pledoi) terdakwa Robinson Dalino atau penasehat hukum keseluruhan. Selain itu menyatakan menolak dakwaan dan atau tuntutan secara keseluruhan. Serta memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan. Kedudukan dan harkat serta martabatnya. (Agn/Met)

 


share on: