Tebing Longsor di Merdikorejo Menutup Bangunan Irigasi, Begini Harapan Warga

share on:
Bongkahan material tebing menimpa saluran air || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Tebing longsor di Dusun Kembang, Kalurahan Merdikorejo, Kapanewon Tempel menyebabkan kerusakan jaringan irigasi dan instalasi saluran air bersih milik warga. Meski kejadian sudah berlangsung satu bulan yang lalu,  namun hingga kini belum ada langkah pembenahan dari pemerintah. 

Pantauan yogyapos.com di lokasi, nampak material reruntuhan tebing merusak dan menutup sebagian bangunan irigasi, sementara sejumlah pipa saluran air bersih nampak berserakan, sebagian telah dibenahi. 

BACA JUGA: Ketua DPC Perempuan Tani HKTI se DIY Dilantik, Dihadiri Dr Dian Novita Susanti

“Jadi saat terjadi hujan deras, tanah di bagian atas tebing ambrol, kejadiannya sekitar satu bulan yang lalu," kata Imam Nayoko, salah satu tokoh masyarakat Dusun Kembang, Jumat (24/1/2025). 

Menurut Imam, dampak kejadian diantaranya akses jalan menuju DAM atau Bendungan Kembang tertutup total, kerusakan bangunan irigasi yang mensuplai air bagi pertanian dan instalasi perpipaan warga. 

“Kalau musim hujan tidak terlalu diraskan warga, namun saat musim kemarau saluran perpipaan itu merupakan aliran pokok untuk mengalir kolam, sawah dan kebun. Kemarin warga berupaya  membenahi walaupun seadanya saja,” ujarnya. 

BACA JUGA: Dalang di Balik Pagar Laut yang Heboh itu 'Plankton'

Sama halnya yang dirasakan Ny Sutini (63) seorang petani Pohon Salak, lantaran akses jalan rusak, dirinya terpaksa harus mencari jalan alternatif dengan cara melintasi bantaran Sungai Krasak yang berada di bawahnya.

“Saya tidak bisa lewat jalan yang biasanya, karena jalan tertutup material tebing yang mlorot," sebut Sutini sembari mendorong angkong berisi buah salak. 

BACA JUGA: Peradi Pergerakan Sleman Disambut Positif Kapolda DIY, Realisasi Program Eksternal

Dia berharap kepada pihak berwenang, agar kerusakan tersebut  segera diperbaiki. "Kami, warga hanya bisa berharap untuk segera  dibenahi," pintanya. 

Jurnalis yogyapos.com mencoba mendapatkan konfirmasi kepada Lurah Merdikorejo, Agus Prasetyo A Md melalui ponselnya, namun belum mendapatkan respon. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman, Mirza Anfansury ST MT menjelaskan, terkait kejadian longsor, pihaknya sedang mengupayakan untuk menyingkirkan material longsoran dengan alat berat, pada pekan depan. 

“Sudah kami agendakan untuk menyingkirkan longsoran.Mungkin minggu depan atau awal bulan Februari 2025,” jelas Mirza. 

Saat ini sedang dilakukan penghitungan biaya, agar pekerjaan pembersihan dapat dilanjutkan perbaikan kerusakan bangunan. 

“Kami hitung dulu, baru bisa diputuskan, melalui dana pemeliharaan rutin,” tandasnya. (Opo) 


 


share on: