Tamanmartani Kalasan Akan Jadi Desa Pemajuan Kebudayaan

share on:
Kepala BPNB Yogyakarta bersama panitia dan pendamping desa pemajuan kebudayaan Tamanmartani || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan mengamanatkan adanya asas partisipatif dalam perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan. Pokok-pokok pikiran daerah yang antara lain berisi identifikasi kondisi terkini kebudayaan di daerah bisa di-breakdown menjadi beragam kebijakan dan gerakan di level kecamatan dan desa atau kalurahan. Untuk itulah peran aktif masyarakat berbasis komunitas sangat diharapkan agar kebudayaan bisa hadir lebih dinamis.

Demikian disampaikan oleh Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Yogyakarta Dra Dwi Ratna Nurhajarini MHum saat menerima audiensi panitia launching Desa Pemajuan Kebudayaan Tamanmartani, Kalasan, Sleman di ruang kerjanya kompleks Ndalem Jayadipuran, Senin (26/10/2020) sore. Dijelaskan, upaya untuk menumbuhkembangkan kebudayaan bisa dilakukan dengan memperbanyak social space yang dimiliki setiap daerah.

“Sayang rasanya kalau ruang-ruang publik yang ada terbengkalai hanya karena ketiadaan agenda-agenda kebudayaan sementara kita memiliki keragaman budaya yang luar biasa. Inilah pentingnya kelembagaan yang bonafide dan aspiratif,” katanya.

“Kami menyambut baik semangat masyarakat Tamanmartani dalam pemajuan kebudayaan dengan aksi nyata berupa pelestarian berbagai karya budaya dan cagar budaya yg ada. Apalagi dengan melibatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan. Mudah mudahan Kalurahan Tamanmartani bisa menjadi contoh desa pemajuan kebudayaan,” pesannya.

Sementara itu Ketua Panitia Deklarasi, Tomi Nugraha yang juga Carik Tamanmartani, menyampaikan bahwa persiapan deklarasi sudah mendekati akhir. “Kami telah membentuk empat kelompok kerja yakni perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan. Masing-masing sudah bekerja sesuai bidang tugasnya,” jelasnya.

Sedangkan tokoh budaya Tamanmartani Kusumo Prabowo menambahi bahwa meski akan dideklarasikan sebagai desa pemajuan kebudayaan, Tamanmartani telah lama memiliki Lembaga Budaya Desa yang selalu menggerakkan kebudayaan.

“Basis kami ada pada Paguyuban Wisata Desa Taman Wede. Dari 22 padukuhan sudah ada 8 dukuh yang menjadi destinasi wisata,” tuturnya.

Sedangkan Wahjudi Djaja MPd dari Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) yang juga fasilitator desa pemajuan kebudayaan Tamanmartani menandaskan perlunya sinergi kebudayaan dengan teknologi.

“Era sekarang tak bisa meninggalkan keberadaan teknologi. Wabah pandemi menyadarkan kita tentang peran penting teknologi bagi kehidupan. Semua mengakses internet untuk beragam kepentingan. Kami berharap agar pemerintah Kalurahan Tamanmartani mau membuka diri untuk mengembangkan potensinya melalui pembangunan infrastruktur internet untuk mendukung keberadaan Desa Pemajuan Kebudayaan Berbasis Teknologi Informasi,” tandasnya.

Acara deklarasi akan digelar bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020 mulai 19.30-21.00 sesuai protokol kesehatan. Deklarasi dilakukan secara live streaming melalui YouTube "Njunjung Kampung" dengan mengundang tamu khusus dimana sebagian acara hiburan telah direkam dalam format audio visual. (Iud)

 

 


share on: